Hati-hati! Ada Titik Titik Rawan Laka dan Macet di Tol Boyolali

oleh

Boyolali – Pemudik yang menggunakan jalur darat tahun ini diperkirakan akan meningkat dibandingkan tahun lalu. Mereka diperkirakan akan memanfaatkan jalan tol Trans Jawa.

Di wilayah Boyolali ada beberapa titik yang merupakan kawasan rawan kecelakaan baik di jalan tol maupun jalan provinsi dan nasional. Pemudik pun diimbau untuk tetap hati-hati dan waspada dalam berkendara.

Kasatlantas Polres Boyolali, AKP Febriyani Aer, mengungkat=pkan sejumlah titik rawan kecelakaan di jalur Boyolali. Baik di ruas jalan tol maupun di jalan arteri.

“Daerah rawan kecelakaan lalulintas di jalan tol (ruas Boyolali) itu ada di kilometer 480 sampai 483,” ungkap AKP Febriyani Aer, disela-sela meninjau pembangunan rest area fungsional di jalur jalan tol Trans Jawa Km 487 Boyolali, Selasa (21/5/2019).

Sedangkan untuk di jalur arteri, daerah rawan kecelakaan di jalan Solo – Semarang, di daerah Ampel, Boyolali. Antara lain di tanjakan Keboan.

Jumlah pemudik yang menggunakan jalan tol Trans Jawa dalam musim mudik Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 12 ribu sampai 15 ribu kendaraan.

Kasatlantas Polres Boyolali, AKP Febriani AerKasatlantas Polres Boyolali, AKP Febriani Aer Foto: Ragil Ajiyanto/

Dengan jumlah kendaraan banyak itu, Febriyani memprediksi pintu keluar jalan tol menjadi titik rawan kemacetan di Boyolali. Yaitu di exit tol Boyolali di Kecamatan Mojosongo dan di exit tol Colomadu, yang merupakan di perbatasan wilayah Boyolali, Karanganyar dan Sukoharjo.

Febriyani menyatakan, untuk mengurai kemacetan di pintu tol tersebut, pihaknya akan mengalihkan arus kendaraan ke jalur arteri.

“Titik rawan kemacetan yang kami prediksikan di exit tol Boyolali dan exit tol Colomadu. Apabila di pintu tol itu antrian sudah lebih dari 2 kilometer, kita akan alihkan ke jalur arteri,” tandasnya.

Dari exit tol di Boyolali hingga ke jalur utama jalan Solo-Semarang berjarak sekitar 1 kilometer. Bagi yang akan ke Klaten dan Boyolali bagian selatan, dari pintu keluar tersebut mengambil arah ke kiri hingga sampai di pertigaan Wika, jalan Solo-Semarang. Sedangkan yang akan ke Boyolali Kota, di pertigaan SMPN 3 Mojosongo bisa mengambil jalan ke kanan, melewati Alun-alun Lor atau tikungan Kali Kiring.

Sedangkan jika ke kanan mengarah ke Tlatar, Kebonbimo, Boyolali Kota dan bisa merupakan jalur ke Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang serta Boyolali bagian utara.

Untuk menuju ke Klaten, selain lewat Gerbang Tol Boyolali, juga bisa melalui pintu tol Colomadu, di Ngasem, Colomadu, Karanganyar. Exit tol ini akan langsung bertemu dengan jalan Solo-Semarang. Ke arah timur akan sampai di Kartasura dan Solo.

Pihaknya mengimbau kepada pengguna jalan khususnya pemudik yang melewati jalan tol trans Jawa agar berhati-hati dalam berkendara. Jangan melewati batas kecepatan maksimal 80 km/jam.

“Mengingat jalanan ini bagus, takutnya nanti bannya selip dan terjadi lakalantas,” kata Febriyani mengingatkan.

Dalam pengamanan arus mudik tahun ini, Polres Boyolali mendirikan 9 Posko. Terdiri 5 Pospam dan 4 Pos Pantau.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!