Pemindahan Gerbang Tol Cikarang Utama Diklaim Urai Kemacetan 50 Persen

oleh

Purwakarta – PT Jasa Marga tengah mempersiapkan pemindahan Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama ke GT Cikampek Utama. Saat ini proses pembangunan kedua gerbang pengganti terus dikebut.

Nantinya pengendara yang melaju dari Jakarta menuju Cirebon maupun arah sebaliknya akan melakukan transaksi pembayaran tol di KM 70 Tol Cikampek.

Sedangkan pengendara dari arah Jakarta menuju Bandung maupun arah sebaliknya, akan melakukan transaksi pembayaran di KM 67 Tol Cipularang.

Pemindahan gerbang tol kedua arus ini diklaim akan menurunkan kemacetan kendaraan di ruas jalan tol Cikampek mencapai 50 persen.

“Sekarang gardunya pindah ke sini, kita lihat bebannya berkurang 50 persen dari Cikarang Utama ke Cikampek Utama”, ujar General Manager PT Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek, Raddy R Lukman, saat meninjau ke lokasi pembangunan gerbang tol cikampek utama, Senin (20/05/2019).

Menurut Raddy, pihaknya sudah melakukan penghitungan perbandingan kendaraan yang melintas, baik di GT Cikarang Utama maupun di GT Cikampek Utama.

“Jika di hari kerja, kendaraan yang melintas di GT Cikarang sekitar 60 sampai 65 ribu kendaraan, di sini (GT Cikampek) hanya 26 ribu-an kendaraan artinya beban normalnya berkurang”, ungkap Raddy.

Berdasarkan kondisi tersebut, raddy pun memprediksikan jumlah kendaraan di puncak arus mudik maupun arus balik lebaran pada tahun ini.

Dengan jumlah gardu yang ada di GT Cikampek yakni 14 Gardu Utama, dan 16 gardu satelit serta mobile reader 7 unit secara kedua arah, akan mampu mengakomodir kendaraan para pemudik yang melintas.

“Prediksi puncaknya di sini (GT Cikampek) bukan lagi 150 ribu kendaraan (prediksi di GT Cikarang) kan sudah di pecah ke arah bandung. Di sini prediksinya adalah puncaknya mudik yang tadi H-5 itu 77 ribu kendaraan, puncaknya arus balik itu 83 ribu kendaraan”, jelasnya.

Namun dengan adanya kebijakan rencana pemberlakuan sistem one way dari Tol Cikampek hingga Brebes, hal ini akan mempengaruhi jumlah kendaraan yang melintas.

Jika diberlakukan sistem one way, jumlah kendaraan yang akan melintas di puncak arus mudik diprediksikan akan mencapai 90.000 kendaraan, sedangkan di arus balik mencapai 98.000 kendaraan.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!