Lieus-Eggi Ditahan, Purnawirawan Pro-Prabowo Bantah Rencana Makar

oleh

Jakarta – Beberapa tokoh pendukung ditahan terkait kasus dugaan makar. Purnawirawan Polri, anggota Front Kedaulatan Bangsa, Sofyan Jacob menepis anggapan makar.

“Sebenarnya sama sekali tidak ada (makar). Saya katakan Undang-Undang Dasar 45 Pasal 28 menjamin kebebasan berpendapat,” kata Sofyan di Gran Mahakam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (20/5/2019). Ia menilai setiap orang bebas mengungkapkan pendapatnya. Menurut Sofyan, bukan berarti tiap orang yang menyatakan pemilu curang dan berkumpul disebut makar.

“Boleh kita mengatakan itu curang, boleh. Kemudian menjamin kebebasan berkumpul, boleh. Kemudian salah kalau diterapkan orang berkumpul dikatakan makar. Makar itu tujuannya menggulingkan pemerintah yang sah. Tapi kalau kumpul, mengatakan bahwa ini makar, curang, tidak ada,” kata Sofyan.

Makar, menurutnya, merupakan tindakan penggulingan pemerintah yang sah. Dia mempertanyakan apakah kelompoknya menggunakan senjata dalam penyampaian aksi tersebut.

“Kalau makar itu mau bersihkan rakyat. Mana ada kita pakai senjata dan sebagainya, kita hanya mengatakan kecurangan. Paling-paling kalau tidak ada makar mungkin dikenakan UU ITE, UU ITE itu penyebaran berita bohong, nah ini. Bagaimana kita mengatakan itu bohong. Curang sudah dilaporkan ke Bawaslu kecurangannya tidak ditanggapi, itu tidak bohong,” sambungnya.

Ia menyoroti beberapa tokoh pendukung Prabowo-Sandi yang diproses hukum. Menurut Sofyan, sebaiknya Polri dan TNI dikembalikan pada fungsinya untuk mengayomi masyarakat.

“Memang benar, kembalikan Polri-TNI juga kepada fungsinya sebagai alat negara, bukan alat pemerintah, apalagi itu sebagai alat penguasa. Seolah TNI-Polri dijadikan tim sukses. Nah, ini yang harus kita kembalikan,” ucapnya. Sebelumnya, polisi menahan beberapa tokoh pendukung dalam kasus dugaan makar. Mereka adalah Eggi Sudjana dan Lieus Sungkharisma.

Tak hanya itu, Kivlan Zen juga dilaporkan ke polisi atas dugaan penyebaran hoax dan dugaan makar oleh Jalaludin. Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/0442/V/2019/Bareskrim.

Perkara yang dilaporkan adalah tindak pidana penyebaran berita bohong (hoax) serta UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 14 dan/atau Pasal 15 terhadap keamanan negara/makar UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 107 juncto Pasal 87 dan/atau Pasal 163 bis juncto Pasal 107.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!