Sandi Tolak Prabowo ke Brunei Dikaitkan 22 Mei

oleh

Jakarta – Cawapres angkat bicara soal kepergian ke Brunei Darussalam. Sandiaga memastikan kunjungan Prabowo tak terkait rencana aksi pada .

Isu ini bemula dari beredarnya foto Prabowo Subianto tengah berada di bandara yang diduga di Brunei Darussalam. Dalam foto tersebut, tampak Prabowo tampak mengenakan setelan jas hitam dan berkacamata hitam.

Dia bersama Waketum Gerindra Sugiono dan Ustaz Sambo. Dalam foto yang beredar itu, Prabowo dinarasikan hendak bertolak ke Arab Saudi. Prabowo diisukan pergi untuk menghindari situasi politik yang memanas pasca-Pemilu 2019.

Sandiaga dua kali menjelaskan soal kepergian Prabowo ini saat diwawancara wartawan yaitu pada Sabtu (18/5) dan Senin (20/5). Prabowo sendiri ke Brunei Darussalam pada 16 Mei 2019.

Sandiaga memastikan Prabowo tidak kabur ke Brunei melainkan bertemu dengan Sultan Brunei Daussalam, Hassanal Bolkiah. Dia menambahkan, pertemuan itu juga bersifat pribadi. Mengenai pembahasan, Sandi mengatakan, pertemuan Prabowo dan Sultan Brunei hanya membahas masalah yang ringan-ringan.

“Nggak. Itu pembicaraannya privat. Pembicaraan antara dua sahabat. Jadi bukan pembicaraan yang melibatkan urusan negara. Ya seperti kita ketemu temen lama kita. Pasti ngomongnya enteng-enteng aja kan,” ujar Sandi di GOR Bulungan, Jakarta Selatan Sabtu (18/5/2019).

Sandiaga mengaku tidak diajak Prabowo ke Brunei. Ia mengatakan, pada saat Prabowo bertolak ke Brunei, dirinya sedang ke Makassar. Sandi ke Makassar untuk bertemu relawan.

“Tanggal itu saya kan lagi ada di Makassar. Jadi saya ada tugas di Makassar bertemu dengan para relawan,” ujarnya.

Ia menegaskan kegiatan Prabowo ke Brunei hanyalah silaturahmi dengan Sultan Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah. Ia mengatakan kegiatan itu bersifat pribadi antara sahabat, tak terkait rencana aksi pada saat pengumuman hasil KPU tanggal 22 Mei 2019.

“Kegiatan private, kegiatan pribadi. Curhatan dua sahabat lama, tentunya yang diperbincangkan juga hal-hal yang pribadi juga,” imbuhnya.

‘Sandi soal People Power: Semua Kegiatan Harus di Bawah Koridor Hukum’:

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!