Antisipasi Aksi 22 Mei, Polisi Pantau Pelabuhan hingga Tempat Ibadah di Bali

oleh

Denpasar – Kepolisian Daerah (Polda) Provinsi Bali mengimbau masyarakat tidak terprovokasi tentang isu people power. Meski begitu, polisi tetap melakukan pemantauan di pintu masuk maupun keluar di Pulau Dewata untuk antisipasi mobilisasi massa .

“Kami masih dalam kondisi siaga terutama dalam rangka Pam Pemilu dan terlebih jelang Idul Fitri, Pam semakin ditingkatkan. Polri waspada di tempat-tempat pintu masuk Pulau Bali, tempat ibadah, tempat wisata dan tempat keramaian umum lainnya,” kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Hengky Widjaja kepada wartawan di Denpasar, Bali, Senin (20/5/2019).Hengky mengatakan saat ini belum terpantau mobilisasi massa dari Bali menuju Pulau Jawa. Dia meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi tentang isu tentang people power yang rencananya bakal dilakukan di Gedung Bawaslu dan KPU.

“Belum termonitor gerakan massa terkait people power dari Bali ke Jakarta. Kami juga mengimbau melalui media agar masyarakat tetap tenang namun waspada, tidak terprovokasi isu-isu tentang people power. Sudah ada mekanisme yang bisa ditempuh dalam negara demokrasi yang besar seperti Indonesia ini,” ucapnya.

Dia mengatakan selain pengamanan, saat ini Polda Bali juga menggalakkan kegiatan yang membangkitkan semangat nasionalisme. “Kegiatan lainnya adalah Polda Bali melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat membangkitkan rasa nasionalisme khususnya sekarang sedang memperingati Hari kebangkitan Nasional ke-111,” tuturnya.Terpisah, Badan Pemenangan Daerah (BPD) Prabowo-Sandi Provinsi Bali menuturkan belum ada koordinasi untuk mengerahkan massa ke Jakarta. Meski begitu, ada beberapa orang dari BPD yang berangkat sebagai perwakilan.

“Kami belum ada koordinasi ke arah sana. Inisiatif masing-masing saja, sebagai perwakilan tentu ada yang ke Jakarta,” tutur Direktur Relawan BPD Prabowo-Sandi, Fabian Andrianto Cornelis.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!