Respons Ketua MK soal Fadli Zon yang Sebut MK Jalur Sia-sia

oleh

Jakarta – Ketua Anwar Usman menanggapi sikap anggota Dewan Pengarah BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, , yang tidak akan membawa bukti dugaan kecurangan ke MK. Apa kata Anwar Usman?

“MK hanya mengadili, memeriksa perkara dalam persidangan. Artinya, apa pun pernyataan itu, kami tidak bisa menanggapi, terserah masing-masing. Yang jelas, hak mengajukan itu diberikan oleh konstitusi, oleh undang-undang,” kata Anwar seusai buka puasa bersama di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Jumat (17/5/2019).

BPN Prabowo-Sandiaga dikabarkan tidak akan menggunakan jalur konstitusi. Anwar menyebut, apabila tidak ada yang mengajukan gugatan pemilu, MK tidak akan menggelar sidang perkara.

“Begini, MK itu bersifat pasif. Artinya, kalau ada perkara masuk, MK akan menyidangkan, mengadili, dan memutuskan. Artinya, kalau tidak ada perkara yang masuk, tidak ada yang mau mengajukan gugatan, ya berarti tidak ada yang disidangkan,” jelas dia.

Fadli Zon sebelumnya menegaskan pihaknya tidak akan membawa bukti dugaan kecurangan Pemilu 2019 ke MK. Ia mengaku kecewa terhadap MK.

“Jalur MK itu adalah jalur yang dianggap oleh teman-teman itu dianggap jalur yang sia-sia. Pengalaman dari yang lalu,” kata Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (15/5).

Fadli berkaca dari pengalaman saat Pilpres 2014. Menurut Fadli, MK tidak memproses gugatan bukti kecurangan yang diajukan pihaknya. Saat Pilpres 2014, Prabowo Subianto berdampingan dengan Hatta Rajasa.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!