‘Kawanan Serigala’ Diciduk Malaysia

oleh

Kuala Lumpur – Kepolisian menangkap tiga orang terduga militan Islamic State of Iraq and Syria () yang salah satunya adalah warga negara Indonesia (WNI). Ketiga orang ini disebut sebagai ‘kawanan serigala’.

Dilansir media lokal Malaysia, The Star, Jumat (17/5/2019), Inspektur Jenderal Polisi, Abdul Hamid Bador, menyebut penangkapan tiga terduga militan ISIS ini merupakan pengembangan usai penangkapan empat tersangka terkait ISIS lainnya beberapa waktu terakhir.

Tiga ‘kawanan serigala’ ini diburu terkait rencana serangan di Kuala Lumpur. Tiga terduga militan ISIS yang terdiri atas dua warga Malaysia dan satu WNI itu ditangkap oleh Divisi Pemberantasan Terorisme pada Kepolisian Malaysia pada Selasa (14/5) waktu setempat.

“Dua warga Malaysia — Muhammad Syazani Mahzan dan Muhamad Nuurul Amin Azizan — ditangkap di Kuala Muda,” sebut Abdul Hamid merujuk pada salah satu wilayah di Kedah, Malaysia.

Kedua warga Malaysia ini disebut pernah dilatih oleh Jamaah Ansharut Daulah (JAD) tahun lalu untuk membuat bom. Keduanya dilatih oleh JAD di Indonesia pada 2018.

“Dua tersangka ini… pernah mengikuti latihan merakit bom di Yogyakarta tahun 2018 yang digelar oleh kelompok teror Jamaah Ansharut Daulah Indonesia,” ungkap Abdul Hamid.

“Mereka belajar bagaimana caranya membuat Triacetone triperoxide (TATP),” imbuh Abdul Hamid, merujuk pada bom rakitan yang bisa dibuat dengan mudah dengan reagen (bahan kimia) yang gampang didapat dan sulit dideteksi.

Sementara itu, identitas WNI yang ditangkap itu disebut sebagai Nuruddin Alele alias Fatir Tir. Abdul Hamid menyebut Nuruddin ditangkap di wilayah Banting, Selangor.

Penangkapan tiga terduga ISIS ini masih terkait dengan penyelidikan terhadap empat tersangka anggota sel ‘kawanan serigala’ terkait ISIS, yang terlebih dulu ditangkap dalam penggerebekan di Kuala Lumpur dan Terengganu pada 5-7 Mei. Terdapat satu WNI berusia 49 tahun di antara empat tersangka yang ditangkap itu.

Dituturkan sejumlah sumber bahwa hanya Nuruddin Alele yang menjadi anggota sel ‘kawanan serigala’. Dua warga Malaysia yang ditangkap terkait dengan sel terkait ISIS lainnya.

Nuruddin sendiri disebut pernah dipenjara di Surabaya. Dia mendekam selama lima tahun di Surabaya meski tak disebutkan secara detail terkait kasus apa.

“Tersangka diyakini telah diradikalisasi setelah dikenalkan dengan ideologi Daulah Islamiyah (nama lain ISIS) selama dipenjara selama lima tahun di Surabaya, Indonesia,” ucap Abdul Hamid.

Empat tersangka anggota sel ‘kawanan serigala’ ini dicurigai merencanakan serangan teror dan pembunuhan saat bulan suci Ramadhan. Mereka diduga merencanakan serangan terhadap tempat-tempat ibadah non-muslim di Klang Valley, juga terhadap tempat-tempat hiburan di Malaysia.

Selain rencana serangan teror, mereka juga disebut berencana membunuh tokoh penting atau target VIP yang dianggap gagal ‘melindungi kesucian Islam’. Target VIP yang dimaksud tidak disebut lebih lanjut oleh polisi Malaysia.

Ada enam bom rakitan dan sebuah pistol jenis CZ 9mm beserta 15 butir peluru disita saat penangkapan empat tersangka itu.

‘ISIS Menyerah’:

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!