Jelang Lebaran, Bank Mandiri Siapkan Dana Rp 54,9 Triliun

oleh

Uri.co.id, Jakarta – PT akan menyiapakan uang tunai sebanyak Rp 54,9 triliun untuk transaksi saat hari raya Idul Fitri.

Direktur Bisnis dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunadi mengatakan di saat lebaran nanti juga akan ada 155 cabang yang buka untuk melayani masyarakat yang ingin bertransaksi dan menabung.

“Cabang ini gunanya untuk setor tunai. Kita nanti akan ada piket khusus di kantor pusat khususnya IT untuk jaga operasional saat libur lebaran, jadi masih bisa melayani para nasabah,” ujarnya saat ditemui usai RUPS di Menara Mandiri, Jakarta, Kamis (16/5/2019).

Tidak hanya itu saja, juga telah menyediakan beberapa titik di tol untuk membantu para nasabah yang ingin top up e-money mereka.

“Nanti ada sekitar tol merak hingga Banyuwangi. Tapi nanti akan diinfokan lebih lanjut ke para nasabah,” ungkapnya

“Top up e-money juga bisa dilakukan dibeberapa partner kami seperti indomaret dan alfamart,” tutupnya.

Layani Penukaran Uang Lebaran, BI Gorontalo Siapkan Rp 750 Miliar

Karyawan memeriksa pasokan uang di Cash Pooling Bank Mandiri, Jakarta, Kamis (9/5/2019). Kebutuhan uang tunai saat Ramadan dan jelang Idul Fitri 2019 naik 29 persen dari rata-rata harian pada kondisi normal. (Uri.co.id/Angga Yuniar)

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Gorontalo menyiapkan Rp 750 miliar bagi masyarakat yang ingin menukarkan uangnya dengan pecahan tertentu. Penukaran uang tersebut dilakukan untuk melayani kebutuhan uang kecil masyarakat pada lebaran 2019.

Kepala Advisory dan Pengembangan Ekonomi BI Gorontalo, Gunawan Purbowo mengatakan jumlah uang yang siap ditukarkan itu mengalami peningkatan jika dibanding 2018 lalu yang hanya mencapai Rp 600 miliar.

“Tahun 2018 lalu, Rp 600 miliar itu sebenarnya sudah cukup. Bahkan ada bank yang setelah lebaran yang kembali menyetorkan uang karena tidak terserap dimasyarakat,” ungkap dia.

Meski demikian menurut Gunawan, pada tahun ini BI Gorontalo berupaya mengantisipasi dengan tetap menaikkan jumlah uang yang akan ditukarkan. Keputusan itu didasarkan pada pertimbangan adanya perekonomian naik dan kesadaran masyarakat akan keberadaan bank Indonesia.

Lebih lanjut ia mengatakan dari Rp 750 miliar yang siap ditukarkan, Rp 180 miliar diantaranya adalah pecahan uang kecil. Uang kecil itu terdiri dari pecahan Rp 2.000 hingga Rp 20.000.

“Uang pecahan kecil segitu, kita perkirakan cukuplah untuk melayani kebutuhan masyarakat,” imbuhnya.

Ia menambahkan Bank Indonesia Gorontalo juga telah menyiapkan mobil kas keliling yang akan ditempatkan dilokasi lokasi keramaian agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Namun warga yang hendak menukarkan uang dimobil kas keliling dibatasi dalam jumlah tertentu.

“Jumlahnya kami batasi, masing-masing dapat Rp 3,7 juta. Itu cukup mestinya,” ujar Gunawan.

Selain itu, lanjut Gunawan, berbeda dengan tahun lalu penukaran uang pecahan kecil tidak lagi dilakukan secara terpusat pada hari-hari tertentu. Saat ini masyarakat yang memiliki rekening bank bisa langsung menarik uangnya dalam pecehan kecil sesuai keinginan sehingga lebih efisien.

Ia memastikan pecahan uang kecil telah disiapkan bahkan sejumlah bank telah melakukan penarikan ke Bank Indonesia dalam rangka memenuhi kebutuhan pecahan uang kecil para nasabahnya.

“Jadi, minta pecahannya berapa yang dibutuhkan, apakah pecahan Rp 20 ribu, Rp 20 ribu hingga Rp 1.000,” tandas dia. (Andri Arnold)

Warga Bisa Tukar Uang buat Lebaran pada 2.900 Lokasi di Indonesia

Beberapa pecahan uang baru yang sudah dikeluarkan oleh Bank Indonesia yang dapat ditukarkan di Blok M, Jakarta, Senin (19/12). Sedangkan uang rupiah logam terdiri atas pecahan Rp 1.000, Rp 500, Rp 200, dan Rp 100. (Uri.co.id/Angga Yuniar)

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Bank Indonesia (BI) ikut membantu masyarakat dalam mempersiapkan diri menghadapi momen Lebaran. Caranya, dengan menyiapkan pasokan uang tunai.

Pada tahun ini, khusus penukaran uang, BI menyiapkan layanan penukaran uang pada 2.900 titik penukaran di seluruh wilayah Indonesia. Itu termasuk di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Terpencil) terhitung mulai dari tanggal 13 Mei-1 Juni 2019.

Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi mengatakan, layanan ini merupakan sinergi Bank Indonesia dengan perbankan untuk memberikan layanan yang optimal kepada masyarakat selama periode Ramadan/Idulfitri 1440 H.

“Kegiatan ini mengambil tema “Rupiah Untuk Negeri: Titik Sinergi Bank Indonesia dan Perbankan Melayani Negeri” dilakukan dengan membuka kegiatan kas keliling di titik keramaian, kantor perbankan dan instansi lain termasuk di jalur mudik,” jelas dia di Jakarta, Jumat (10/5/2019).

Dia menambahkan, BI siap untuk melayani kebutuhan masyarakat dan menyiapkan strategi pemenuhan uang rupiah melalui kebijakan distribusi uang dan layanan kas yang prima.

Adapun strategi internal BI untuk kesiapan layanan penukaran uang mudik ini ialah mengoptimalkan pengolahan uang di seluruh satker kas, dan menjaga ketersediaan kas secara nasional serta melakukan distribusi uang serta layanan kas di seluruh wilayah Indonesia.

Kemudian mengoptimalkan peran kas titipan dan kas keliling dalam melakukan distribusi uang serta memperkuat komunikasi yang efektif terkait kesiapan BI dalam menghadapi Ramadan/IdulFitri 1440 H.

Sedangkan strategi eksternal BI adalah memperluas titik penukaran melalui kerjasama perbankan di titik keramaian, mengintensifkan kerjasama dengan penyedia jasa transportasi dan menghimbau perbankan/PJPUR untuk mengoptimalkan pengolahan uang dan menjaga ketersediaan ATM dengan kualitas yang baik

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!