Elang Mahkota Teknologi Angkat Direktur Baru

oleh

Uri.co.id, Jakarta – PT Tbk (EMTK) mengangkat direktur baru pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Kamis (16/5/2019).

Wakil Direktur Utama PT Elang Mahkota Teknologi Tbk, Sutanto Hartono menuturkan, pada RUPST 2018 menyampaikan laporan persetujuan kinerja keuangan 2018. Selain itu juga ada perubahan susunan komisaris dan direksi perseroan. Dalam RUPST mengangkat Jay G. Wacher sebagai direktur PT Elang Mahkota Teknologi Tbk.

“Diberikan laporan regular persetujuan performa 2018 maupun juga penggantian komisaris dan direksi. Jay G. Wacher sebelumnya menjabat sebagai komisaris sekarang jadi salah satu direktur di grup,” ujar Sutanto usai paparan publik di Gedung SCTV.

Jay G. Wacher sebelumnya menjabat sebagai komisaris PT Elang Mahkota Teknologi Tbk sejak 2011. Ia memiliki pengalaman lebih dari 26 tahun di bidang keuangan, ekuitas swasta, merger dan akuisisi, investasi langsung, pengembangan bisnis dan strategi.

Dengan keputusan RUPST tersebut, susunan direksi perseroan antara lain Direktur Utama Alvin W. Sariaatmadja, Sutanto Hartono sebagai Wakil Direktur Utama, dan direktur yaitu Yuslinda Nasution, Sutiana Ali, dan Jay G.Watcher, serta Titi Maria Rusli sebagai direktur independen.

Perseroan juga memutuskan tidak membagikan dividen dalam RUPST tahun buku 2018.

Untuk mendukung kinerja 2019, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk menyiapkan belanja modal sekitar Rp 650 miliar. Dana belanja modal itu antara lain untuk pembangunan infrastruktur bagi anak usaha perseroan PT Surya Citra Media Tbk dan pembangunan rumah sakit di Tangerang. “Dana belanja modal dari kas internal,” tutur dia.

Sutanto menuturkan, pihaknya akan fokus investasi digital dan media yang memiliki kompentesi keuntungan yang baik. Salah satunya bisnis e-commerce dan pembayaran digital.

“Tahap awal investasi di berbagai lini setelah lakukan investasi untuk fokus kepada area yang yakin punya kompetensi advantage sukses. Salah satunya e-commerce Bukalapak yang merupakan e-commerce terdepan di Indonesia. Selain itu, DANA, meski masih tahap awal, kami yakin e-wallet menciptakan behavior payment jadi digital wallet fokus ke situ,” ujar dia.

Selain itu, perseroan juga fokus mengembangkan media online lewat anak usaha PT Surya Citra Media Tbk. Ini dilakukan dengan PT Surya Citra Media Tbk mengakuisisi PT Vidio Dot Com, PT Kapanlagi Dot Com Networks, dan PT Binary Ventura Indonesia. Hal itu diharapkan dapat menciptakan perusahaan media dan konten yang terintegrasi.

Hingga kuartal I 2019, PT Tbk mencatatkan pendapatan naik 41 persen dari posisi Rp 1,87 triliun menjadi Rp 2,64 triliun.

Pendapatan hingga kuartal I 2019 disumbang dari divisi media sebesar Rp 1,35 triliun, solusi sebesar Rp 1,14 triliun dan konekvitas serta entitas anak lainnya Rp 166 miliar. Laba kotor perseroan tumbuh 22 persen menjadi Rp 772 miliar hingga kuartal I 2019 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 631 miliar.

Namun, perseroan mencatatkan rugi laba usaha sebesar Rp 149 miliar. Meski demikian, rugi yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk berkurang menjadi Rp 72 miliar pada kuartal I 2019 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 206 miliar.

Emtek dan SCMA Raih Penghargaan Tata Kelola Perusahaan Terbaik

PT Elang Mahkota Teknologi Tbk dan PT Surya Citra Media Tbk raih penghargaan Indonesia Corporate Secretary Award 2018 (Foto:Uri.co.id/Maulandy R)

Sebelumnya, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek) menerima penghargaan Top 5 Good Corporate Governance (GCG) Issues in Media Sector dalam acara Corporate Secretary Award 2018 yang diselenggarakan Warta Ekonomi di Balai Kartini, Jakarta, Jumat 26 Oktober 2018.

Dalam kesempatan tersebut, SCMA diwakili Head of Corporate Communication Irnawati W Kahardja, sedangkan Emtek diwakili oleh Legal & Corsec Sr. Manager, Rahmiyati.

Head of Corporate Communication PT Surya Citra Media Tbk, Irnawati W Kahardja, mengatakan anugerah penghargaan ini akan memacu perusahaan untuk dapat menjalankan fungsi Good Corporate Governance (GCG) dengan lebih baik.

“Kita cukup berbesar hati, karena dengan adanya penghargaan ini kita semakin terdorong untuk bisa menjalankan fungsi Good Corporate Governance (GCG). Di mana salah satu pilar dari GCG adalah peran dari corsec yang sangat penting bagi sebuah perusahaan,” ungkapnya kepada Uri.co.id.

Adapun Good Corporate Governance (GCG) atau tata kelola perusahaan yang baik mulai dikenalkan di Indonesia pada 1997. Pada saat itu, pemerintah memperkenalkan GCG dengan tujuan untuk memperbaiki kondisi ekonomi akibat krisis yang terladl di Indonesia.

GCG adalah struktur dan mekanisme yang mengatur pengelolaan perusahaan agar bisa menghasilkan nilai ekonomi jangka panjang yang berkesinambungan bagi para pemegang saham maupun pemangku kepentingan.

Peranan Corporate Secretary

Melalui GCG, perusahaan dapat menjalankan kegiatan perusahaan secara profesional dan efisien. Salah satu peranan yang paling penting dalam pelaksanaan GCG adalah peranan sekretaris perusahaan atau Corporate Secretary.

Corporate Secretary (corsec) memiliki peranan kunci dalam pelaksanaan GCG, khususnya pada perusahaan publik dan emiten di bursa. Hal ini tidak dapat dipungkiri karena posisi dan tugas yang dipikul corsec sangat strategis dan menentukan. Namun, di Indonesia banyak yang belum menyadari pentingnya peranan corsec.

Melalui kegiatan ‘Corporate Secretary Award 2018’, Warta Ekonomi memberikan apresiasi kepada perusahaan yang melaksanakan peranan corsec dengan baik, serta menjadikan perusahaan dengan corsec yang baik sebagai benchmark untuk perusahaan lain agar dapat menjalankan peranan corsec lebih baik ke depannya.

Pada riset ini, Warta Ekonomi memakai tools media monitoring dengan menggunakan media content analysis, yaitu menganalisis hasil pemberitaan media online yang terdiri atas sentimen positif, negatif, dan netral.

Pencarian berita dilakukan dengan menggunakan keyword S konsep GCG, yaitu transparency (keterbukaan), accountability (akuntabilitas), responsibility (tanggung jawab), independency (kemandirian), dan fairness (kewajaran dan kesetaraan)

Riset ini dilakukan sejak Januari hingga Juni 2018 kepada perusahaan-perusahaan terbuka yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Keyword dalam penelitian ini sebanyak 25.103 dengan total pemberitaan sebanyak 60.231.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!