Mudik Lewat Tol Malang-Pandaan Bisa Lihat View Pegunungan yang Keren

oleh

Malang – kini sudah bisa digunakan setelah diresmikan . Jalur bebas hambatan sepanjang 30,625 KM itu digratiskan hingga H+7 lebaran 2019.

Bersama PT Jasa Marga Pandaan-Malang, berkesempatan menjajal Tol Pandaan-Malang sehari setelah diresmikan Presiden Jokowi. Perjalanan dimulai dari gerbang Tol Singosari, yang berada arah timur pertigaan Karanglo, Kabupaten Malang.

Setelah melewati gerbang pintu tol, kendaraan dari arah Malang akan berbelok ke arah kiri menuju jalur utama tol (utara-selatan). Bisa dikatakan, perjalanan dimulai dari seksi 3 Lawang-Singosari.

Menjajal Tol Malang-Pandaan dengan View Panorama PegununganFoto: Dok. PT Jasa Marga (Persero) Tbk

Masuk jalur utama tol, kendaraan melesat dengan kecepatan di atas 60 km. Kecepatan terus bertambah, namun tetap membuat laju kendaraan normal-normal saja alias tidak goyang karena pengaruh konstruksi jalan terbuat dari cor.

Tak lama kemudian rombongan tiba di gerbang pintu Tol Lawang. Jika dihitung jarak mulai perjalanan awal sejauh 7,51 KM, sesuai dengan panjang seksi 3. Di sana petugas Jasa Marga menunjukkan jika pembayaran tol gratis, dengan menempelkan kartu elektronik di mesin pembayaran.

Kendaraan kemudian kembali masuk ke jalur tol, untuk menelusuri ruas seksi berikutnya. Yakni seksi 2 Lawang-Purwodadi. Ruas ini memiliki panjang 8,50 KM. Di sini pemakai jalan tol akan melihat panorama pegunungan.

Sebenarnya view yang sama bisa terlihat sejak bertolak dari Singosari. Namun pada KM 76 dan seterusnya yang berada di seksi 2, pemandangan itu tampak semakin jelas.Lereng dari Gunung Bromo berada di sisi timur ruas tol jika dari arah Malang akan terlihat jelas. Pada sisi barat akan melihat keindahan Gunung Arjuno dan Welirang. Lukisan alam akan lebih memanjakan mata jika melintas pada pagi atau sore hari.

Dengan kecepatan kendaraan di atas 80 KM/Jam, tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai di gerbang Tol Purwodadi dari Singosari.

Tol Pandaan-Malang/Tol Pandaan-Malang/ Foto: Muhammad Aminudin

Kondisi akan berbeda saat melintasi jalur arteri (Karanglo-Lawang) yang bisa menghabiskan waktu hampir satu jam, karena kepadatan ruas jalan. Petugas Jasa Marga kembali menunjukkan jika pembayaran tol gratis.

Sayang untuk kali ini, perjalanan hanya sampai di Purwodadi dan kendaraan harus kembali menuju Singosari. Kendati demikian, kesan yang dirasakan cukup menyenangkan bisa menikmati tol yang baru selesai.

Dalam perjalanan pulang, perbincangan terjadi dengan petugas PT Jasa Marga Pandaan-Malang yang mengemudikan kendaraan. Menurutnya, konstruksi jalan untuk Tol Pandaan-Malang memang berbeda dengan ruas tol sebelumnya.

Hal ini dikarenakan teknologi yang digunakan saat pembangunan tol lebih canggih. “Ini mesin saat penggarapan sangat bagus, teknologi sangat canggih. Sehingga kontur jalan meski terbuat dari cor tidak terasa hentakan selama perjalanan, meski mobil dalam kecepatan tinggi,” kata Humas PT Jasa Marga Pandaan-Malang Tri Antyo yang mengantar bersama jurnalis televisi untuk mencoba ruas Tol Malang-Pandaan, Rabu (15/5/2019).

Pembangunan seksi 1 sampai 3 yang diresmikan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu sudah terbilang sempurna. Hanya saja belum berdiri rest area di sepanjang seksi itu.Menurut Tri, pembangunan rest area sudah direncanakan dan pengerjaan bakal berjalan beriringan dengan penyelesaian seksi 4 dan 5.

“Rest area nanti akan ada, jumlah empat. Yakni di KM 66 dan KM 84. Penggarapan akan berjalan bersamaan dengan penyelesaian seksi 4 dan 5,” Imbuh Tri.

Ketika ditanya soal lampu penerangan jalan tol, Tri menyampaikan jika sistem yang diterapkan berbeda dengan ruas tol dalam kota. “Untuk jalan tol antarkota spesifikasi penerangan hanya di inter change dan area gerbang tol saja. Beda dengan jalan tol dalam kota, yang diwajibkan ada penerangan sepanjang jalan dan tarifnya akan lebih mahal,” ungkapnya.

Seperti pantauan , lampu penerangan jalan sudah terpasang pada titik yang dimaksud oleh Tri. Namun, pada titik lain sepanjang ruas tol, hanya mengandalkan penanda pada marka jalan serta mata kucing.

“Tapi jangan kuatir, penanda di marka jalan sudah jelas dan lengkap dipasang mata kucing. Jadi tidak khawatir jika melintas pada malam hari,” tambahnya.

Menjajal Tol Malang-Pandaan dengan View Panorama PegununganFoto: Dok. PT Jasa Marga (Persero) Tbk

Seorang pengguna Tol Pandaan-Malang mengatakan, dibukanya tol mempersingkat waktu perjalanan dari Surabaya. “Bila biasanya tiga jam dari Surabaya, sekarang hanya 1,5 jam,” kata Nanang pengemudi pikap kepada yang mengaku masuk tol dari Surabaya itu.

PT Jasa Marga Pandaan-Malang berharap, jalan tol sepanjang 38,488 kilometer tersebut dapat menghemat perjalanan Surabaya-Malang sekitar 1 jam. Jika melalui jalan arteri, waktu tempuh Surabaya-Malang mencapai 3 jam. Namun, dengan tol Pandaan-Malang dapat ditempuh hanya dengan waktu 1-1,5 jam.

Sejak resmi beroperasi pada Selasa (14/5), Tol Pandaan-Malang sudah dilalui 27.163 kendaraan. Menurut pantauan PT Jasamarga Pandaan Malang (JPM), sebanyak 13.455 kendaraan mengakses Jalan Tol Pandaan-Malang untuk menuju Pandaan. Lalu, 13.708 kendaraan sisanya menuju Malang. Selain itu, tercatat kendaraan golongan I mendominasi Jalan Tol Pandaan-Malang.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!