Proyek Satelit Internet dari SpaceX Siap Meluncur

oleh

Uri.co.id, Jakarta – dilaporkan bersiap meluncurkan misi baru yang diberi nama Starlink. Misi ini merupakan langkah SpaceX untuk menghadirkan koneksi internet dari luar angkasa.

Dikutip dari Space, Kamis (16/5/2019), misi ini akan diluncurkan lewat roket Falcon 9 pada 15 Mei 2019 waktu Amerika Serikat. Namun karena ada masalah cuaca, peluncuran ditunda hingga 16 Mei 2019 waktu Amerika Serikat.

Nantinya, akan ada sekitar 60 satelit yang diluncurkan SpaceX dan ditempatkan di orbit rendah Bumi. Kendati demikian, satelit ini tidak langsung memiliki kemampuan memancarkan internet.

Peluncuran perdana ini dilakukan untuk memberikan gambaran bagi saat mengoperasikan satelit dalam jumlah banyak di luar angkasa.

CEO SpaceX, Elon Musk, juga menyebut proyek ini merupakan salah satu yang tersulit. “Ini adalah salah satu proyek insinyur yang pernah saya lihat dan kini selesai. Proyek ini juga sudah dieksekusi dengan baik,” tuturnya.

Sekadar informasi, misi Starlink sendiri akan dibagi dalam dua tahap. Pertama akan ada 4.409 satelit yang beroperasi dari ketinggian antara 550 km hingga 1.325 km.

Sementara tahap kedua, ada 7.518 satelit yang beroperasi di ketinggian 335 km dan 346 km. Secara keseluruhan, ada 11.927 satelit yang berfungsi untuk memancarkan internet ke jutaan pengguna di permukaan Bumi.

Adapun tujuan dari satelit ini adalah menyediakan jaringan internet dari luar angkasa dengan waktu lag lebih pendek. Hal yang tidak ditawarkan teknologi satelit saat ini.

Sekadar informasi, bukan satu-satunya perusahaan yang memiliki rencana meluncurkan satelit internet. Perusahaan lain yang juga disebut mempunyai rencana serupa adalah OneWeb dan Blue Origin.

Taksi SpaceX untuk Astronot Berhasil Jalani Uji Coba

Bos SpaceX memamerkan foto pakaian luar angkasa yang akan dipakai astronot saat naik kapsul Crew Dragon (Sumber: Instagram/ @elonmusk)

Pesawat luar angkasa SpaceX dilaporkan telah berhasil mendarat dengan sempurna di Bumi.

Peristiwa ini terjadi setelah pesawat bernama Crew Dragon itu menjalani misi selama enam hari ke International Space Station.

Sekadar informasi, Crew Dragon berhasil mendarat dengan baik di Samudra Pasifik.

Keberhasilan ini sekaligus menjadi penanda baik bagi misi berawak ke luar angkasa yang sedang direncanakan NASA bersama SpaceX.

“Semua berjalan sempurna, tepat waktu sesuai dengan yang kami perkirakan,” tutur Director of Crew Mission Management SpaceX, Benjamin Reed seperti dikutip dari Reuters, Selasa (12/3/2019).

Seperti diketahui, NASA dan SpaceX memiliki rencana untuk menjalani misi ke luar angkasa dengan pesawat yang dapat kembali ke Bumi.

Nantinya, uji coba dengan awak akan dilakukan pada Juli 2019, bersama dua astronot, yakni Doug Harley dan Bob Behnken.

Dengan keberhasilan ini, Crew Dragon akan diperbaiki lebih dulu untuk persiapan uji coba selanjutnya.

Sekadar informasi, pesawat luar angkasa Crew Dragon ini memang difungskan sebagai taksi untuk astronot di luar angkasa.

Maksudnya, pesawat ini dapat terbang untuk mengantarkan astronot menuju International Space Station. Setelahnya, kapsul ini dapat kembali ke Bumi dan digunakan lagi untuk keperluan misi yang lain.

Dikembangkan Sejak 2014

Ilustrasi perjalanan ke luar angkasa SpaceX (Foto: SpaceX)

Crew Dragon sendiri dikembangkan oleh SpaceX sejak 2014 dengan dana kontrak dari NASA sebesar US$ 2,6 miliar (setara dengan Rp 36 triliun).

Pada kesempatan yang sama, NASA juga telah menandatangi kontrak dengan Boeing untuk membangun sebuah kapsul bernama CST-100 Starliner, yang meluncur pada April 2019.

Kapsul luar angkasa ini akan digunakan sebagai wahana transportasi astronot antara Bumi dengan Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Untuk saat ini, NASA masih bergantung dengan roket Soyuz Rusia dan pesawat luar angkasa lain untuk mengantar astronot ari ISS. Biayanya sendiri per bangku memakan dana US$ 80 juta (Rp 1,1 triliun).

Crew Dragon akan memiliki tujuh bangku, lengkap dengan teknologi canggih dan konsol layar sentuh yang akan dikontrol oleh astronot.

Kapsul ini juga akan dilengkapi dengan delapan mesin SuperDraco, yang dirancang untuk menerbangkan kapsul dalam kondisi darurat.

(Dam/Ysl)

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!