Jasnita Telekomindo Catatkan Saham Perdana di BEI

oleh

Uri.co.id, Jakarta – PT Jasnita Telekomindo Tbk, perusahaan bergerak di bidang telekomunikasi dan layanan jaringan akan mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia () dengan kode saham JAST.

Mengutip laman KSEI, Kamis (16/5/2019), PT Jasnita Telekomindo Tbk mencatatkan saham di papan pengembangan BEI.Perseroan melepas 203.406.700 unit saham dengan nilai nominal Rp 100. Harga penawaran saham perdana Rp 246.

Jadi total dana yang diraup dari hasil penawaran saham perdana atau initial public offering () Rp 50,03 miliar.

Perseroan mendapatkan izin efektif dari Otoritas Jasa Keuangan pada 30 April 2019. Perseroan melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) pada 3-9 Mei 2019, penjatahan pada 13 Mei 2019.

Distribusi saham secara elektrobik dan pengembalian uang pemesanan pada 15 Mei 2019. Pencatatan saham di pada 16 Mei 2019. Perseroan telah menunjuk PT UOB Kay Hian Sekuritas untuk melakukan IPO.

BEI Targetkan 75 Perusahaan Melantai di Bursa Tahun Ini

Pengunjung tengah melintasi layar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (13/2). Pembukaan perdagangan bursa hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 0,57% atau 30,45 poin ke level 5.402,44. (Uri.co.id/Angga Yuniar)

Sebelumnya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan 75 perusahaan baru akan melantai perdana di pasar modal tahun ini. Rencana tersebut masuk ke dalam program IDX Iniatives Go Public 2019.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Nyoman Gede Yetna mengaku optimistis dengan target tersebut. Itu karena BEI sudah siapkan lima langkah khusus dalam meraih tujuan itu.

“Strategi kita ada 5 yakni Go Public Branding, Institutional Relation, High Level Approach, Stakeholder Engagement, dan Issuer Incentive,” ujarnya di Jakarta, Rabu, 20 Maret 2019.

Dia menambahkan, 75 perusahaan yang akan melakukan penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) itu terdiri dari perusahaan menerbitkan obligasi, melepaskan saham, dan menerbitkan kontrak investasi kolektik (KIK).

Dari 75 perusahaan yang akan IPO itu, lanjutnya, 57 di antaranya merupakan perusahaan yang akan mencatatkan saham (IPO melalui saham). Adapun saat ini didalam pipeline BEI terdapat 14 perusahaan yang akan menjadi perusahaan tercatat.

5 diantaranya bergerak disektor properti, real estate, consumer goods, infrastruktur, keuangan dan perdagangan. Sementara itu, untuk periode Januari 2019-20 Maret 2019 sudah ada 7 perusahaan tercatat yang melantai di bei.

Itu dengan total dana masyarakat yang berhasil dihimpun dari ketujuh perusahaan mencapai Rp 1.148 triliun.

“Dari bulan Januari sampai 20 Maret sudah ada 7 perusahaan yang mencatatkan sahamnya di BEI. Terbaru pagi tadi, Wahana Interfood Nusantara (COCO) IPO,” pungkasnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!