Yenny Wahid Nilai People Power Bisa Timbulkan Konflik Sesama Rakyat

oleh

Jakarta –

Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid menilai gerakan yang diserukan Amien Rais dan Badan Pemenangan (BPN) Prabowo-Sandiaga bisa mengakibatkan konflik horizontal. Yenny membandingkan seruan itu dengan people power pada 1998.

“Kalau saya lihat, ini bukan people power, tapi pengerahan massa. Karena kan beda. People power terjadi, dalam sejarah kita, tidak terlalu banyak, 1998 itu people power, itu memang serentak dan kegelisahan juga sudah sangat nyata dan dipicu kondisi sosial-politik yang sangat berbeda dengan sekarang,” ucap Yenny kepada wartawan di Museum Kepresidenan Balai Kirti, kompleks Istana Bogor, Rabu (15/5/2019).

Yenny menilai yang sekarang terjadi adalah pengerahan massa untuk kepentingan politik. Bagi Yenny, pengerahan massa itu berkaitan dengan ketidakpuasan salah satu calon terhadap hasil pemilu.

“Yang sekarang terjadi, pengerahan massa, yang terjadi berkaitan dengan proses politik pilpres, di mana pihak yang tidak merasa puas,” ucap putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid itu.

Yenny mempertanyakan alasan seruan people power itu. Menurut dia, paslon yang tidak puas atas hasil Pemilu 2019 bisa menempuh jalur konstitusional.

“Kalau terjadi, akan konflik di bawah. Masa kita mau masyarakat di bawah saling konflik, saling beradu, saling terluka. Buat apa? Padahal sudah ada mekanisme damai yang disepakati selama ini kalaupun ada ketidakpuasan. Maka salurkanlah melalui mekanisme konstitusi yang ada,” kata Yenny.

Narasi people power pertama kali diembuskan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais jika mereka menemukan kecurangan pada Pemilu 2019. Kini people power bersalin rupa.

Amien pertama kali melontarkan istilah people power saat Apel Siaga Umat 313 yang digelar untuk mencegah kecurangan pemilu. Amien menyatakan tak akan ke Mahkamah Konstitusi jika ada kecurangan, tapi akan menggerakkan massa alias people power.

“Kalau nanti terjadi kecurangan, kita nggak akan ke MK (Mahkamah Konstitusi). Nggak ada gunanya, tapi kita people power, people power sah,” kata Amien di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (31/3/2019).

Istilah people power ini menjadi kontroversi. Amien Rais kemudian menggantinya dengan gerakan kedaulatan rakyat.

“Eggi Sudjana ditangkap polisi karena bicara people power. Kita tidak gunakan people power, tapi gerakan kedaulatan rakyat,” ujar Amien, Selasa (14/5/2019).

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!