People Power Bersalin Rupa

oleh

Jakarta – Narasi pertama kali diembuskan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais jika mereka menemukan kecurangan pada Pemilu 2019. Kini people power bersalin rupa.

Amien pertama kali melontarkan istilah people power saat Apel Siaga Umat 313 yang digelar untuk mencegah kecurangan pemilu. Amien menyatakan tak akan ke Mahkamah Konstitusi jika ada kecurangan, tapi akan menggerakkan massa alias people power.

“Kalau nanti terjadi kecurangan, kita nggak akan ke MK (Mahkamah Konstitusi). Nggak ada gunannya, tapi kita people power, people power sah,” kata Amien di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (31/3/2019).People power lantas jadi kontroversi. Banyak yang menentang, ada juga yang membela dengan alasan people power sah-sah saja dilakukan atas nama demokrasi.

Selang beberapa bulan kemudian, mengganti rupa people power. Dia kini memilih istilah gerakan kedaulatan rakyat.

“Eggi Sudjana ditangkap polisi karena bicara people power. Kita tidak gunakan people power, tapi gerakan kedaulatan rakyat,” ujar Amien, Selasa (14/5/2019).

Amien lantas menyebutkan pihaknya kini memakai narasi gerakan kedaulatan rakyat. Apa kata Amien?

“Siapa yang berhadapan dengan gerakan kedaulatan rakyat kita gilas bersama,” ucap Amien.

Apa alasan mengganti rupa people power? Anggota Dewan Kehormatan PAN Dradjad Wibowo mengungkapkan alasannya.”Sekarang kan ada oknum-oknum otoriter yang langsung memelintir istilah people power sebagai makar. Itu ngawur. Selain itu, terkesan hanya sebagai narasi untuk melakukan tindakan represif dan kriminalisasi terhadap ulama dan politikus di kubu Prabowo-Sandi,” kata Dradjad, Rabu (15/5/2019).

Menurut , oknum-oknum tersebut lupa asal kata ‘demokrasi’ dari bahasa Yunani. Dia mengatakan sangat keliru jika people power dianggap sebagai gerakan makar.

“Mereka lupa asal kata ‘demokrasi’. Demos (people) dan kratos (power) itu kalau diterjemahkan menjadi people power. Jadi people power itu ya demokrasi. Ngawur saja kalau ditarik sebagai makar,” kata Dradjad. Saat berbicara soal arti demos dan kratos, Dradjad menyertakan tautan yang mendukung pernyataannya ini.

Dradjad mengatakan Amien Rais merupakan lokomotif reformasi dan demokratisasi Indonesia. Amien sebagai mantan Ketua MPR, kata dia, sama sekali tidak pernah berpikiran soal makar.

Amien Rais, katanya, menentang penistaan pemilu. Bagi Dradjad, telah dinistakan dengan berbagai kelemahan dan kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif.

Lebih jauh Dradjad menyebut Amien Rais mengangkat topik people power karena, menurutnya, KPU gagal menunjukkan netralitas dan kapabilitas, juga tidak responsif terhadap protes resmi BPN. Dalam demokrasi, kata dia, rakyatlah yang berdaulat, punya suara, dan menjadi sumber kekuasaan bagi semua penyelenggara negara, bukan KPU.Namun, lantaran banyak pihak yang tak mengerti makna people power, Dradjad mengatakan Amien Rais mengganti frasa itu dengan gerakan kedaulatan rakyat.

“Tapi karena oknum-oknum otoriter itu tidak paham pengertian people power yang bahasa Inggris atau demos dan kratos yang bahasa Yunani, Pak Amien menerjemahkan menjadi kedaulatan rakyat. Kalau masih menganggap itu makar juga, baca UUD NRI Tahun 1945 Pasal 1 ayat 2 yang bunyinya: Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar,” sebut Dradjad.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!