Ketua KONI Pusat Diminta Mundur Jika Tak Sanggup Lunasi Gaji Pegawai

oleh

Jakarta – KONI Pusat tak memiliki uang dan menunggak gaji karyawan. Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman, disarankan mundur jika tak sanggup menyelesaikannya.

Sejak kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dana hibah, yang melibatkan pejabat KONI dan Kemenpora, Tono sulit untuk dimintai keterangan. Sampai-sampai, pegawainya harus mengadu ke Kemenpora untuk menyampaikan keluhannya. Tercatat, 40 pegawai KONI dari 104 orang yang mengaku belum dibayar gajinya selama lima bulan.

Masalah itu bahkan sudah diungkapkan oleh KPK pada 18 Desember 2018. KONI menyebut tak punya uang karena tak ada aliran dana dari Kemenpora. Tapi, Tono, yang pensiunan TNI AD, sulit dihubungi.

“Mana tanggung jawabanya ketua KONI. Ibaratnya, mana tanggung jawabnya ketua KONI, bungkam saat dihubungi. Bapak Menpora juga jangan kemudian menjadi bidikan. Pak menteri bukan pimpinannya KONI,” kata Sekretaris Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto, kepada , Rabu (15/5/2019).

“Beliau ini terbiasa menjadi komandan pasukan yang tak membiarkan pasukan bertempur sendiri. Artinya, jangan biarkan anggota pasukan menghadapi pertempuran sementara nakhodanya entah ke mana. Harusnya, ada di garda terdepan sebagai seorang ksatria,” dia menjelaskan.

“Kalau enggak mampu ya mundur saja ketua KONI-nya,” Gatot mempertegas.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!