‘Brightburn’: Menjadi Pahlawan adalah Pilihan

oleh

Jakarta –

Pasangan Bryer, Tori (Elizabeth Banks) dan Kyle (David Denman), sudah lama menginginkan momongan. Mereka tinggal di Kansas, di tengah-tengah peternakan yang luas. Malam itu, mereka mencoba untuk meneruskan program anak mereka. Kemudian tiba-tiba mereka mendengar langit bergemuruh dan semuanya menjadi gelap.

Tahu-tahu beberapa saat berikutnya kita sudah melihat Tori dan Kyle dengan putra mereka, Brandon (Jackson A. Dunn). Mereka terlihat sekali menyayangi anak mereka. Dan Brandon tumbuh menjadi seorang anak yang mendapatkan limpahan kasih sayang yang tak terkira dari kedua orang tuanya.

Dan secara sekilas, Brandon tumbuh menjadi anak yang normal. Dia adalah salah satu siswa paling pintar di sekolahnya. Hubungan sosialnya dengan orang lain sungguh baik. Hubungannya dengan om dan tantenya juga oke. Mungkin yang aneh adalah Brandon tidak pernah berdarah atau terluka seumur hidupnya.

Tentu saja ini dikarenakan bahwa Brandon adalah alien. Ini bukan spoiler karena ini adalah premis utama ‘Brightburn’. Apa yang terjadi jika cerita yang sering kita dengar di film superhero (dalam kasus ini mirip dengan Superman) diubah sedikit? Apa yang terjadi jika si alien yang datang dari luar bumi yang sakti mandraguna, memilih untuk menjadi penjahat daripada menyelamatkan manusia?

Inilah yang sungguh menarik dari film ini. Ditulis oleh Mark Gunn dan Brian Gunn, ‘Brightburn’ adalah sebuah alternatif yang lezat bagi Anda yang sudah mulai bosan dengan film-film superhero yang itu-itu saja.

Dari awal film, Brightburn sudah menekan pedal gas dengan kencang. Ia tidak bercanda dengan eksperimennya. Ini mungkin adalah film bergenre horror superhero pertama yang kita dapatkan di bioskop. Dan hasilnya sama sekali tidak mengecewakan.

'Brightburn': Menjadi Pahlawan adalah PilihanFoto: (imdb.)

Ketika Brandon mulai mendengar suara-suara misterius di dalam kandang orang tuanya, ‘Brightburn’ seketika berubah menjadi film horor tulen. Editing dari Andrew S. Eisen langsung mengantarkan kita pada potongan-potongan gambar yang sengaja dibuat untuk membuat kita selalu waspada. Kamera Michael Dellatorre tak ada bedanya dengan pergerakan kamera yang ada di film-film horor.

Anda tidak akan mendapatkan sinematografi cantik dan spektakuler ala-ala film superhero disini. Anda akan mendapatkan shot-shot yang pelan, gelap dan misterius. Gerakan kameranya bisa menjadi sangat pelan atau bisa menjadi sangat cepat. Tapi efektif untuk membuat Anda mulai menggigil ketakutan. Lalu semuanya ditambah dengan musik dari Timothy Williams yang akan membuat Anda loncat dari kursi Anda.

David Yarovesky, sutradara ‘Brightburn’, menata film ini seperti seolah-olah ini adalah sebuah film thriller. Ketika Brandon mulai bermain-main dengan ide bahwa dia bisa menjadi penjahat super, Anda setengah berharap bahwa si karakter utama akan menjadi baik hati.

Tapi Yarovesky tidak melakukan itu. Dia tetap mengantarkan kita sesuai dengan premis Brightburn. Semakin lama Brandon melakukan kejahatan, Anda akan semakin resah. Dan Jackson A. Dunn yang kebagian jatah untuk menjadi Superman mini dari neraka melakukan pekerjaannya dengan sangat baik sehingga Anda akan menutup mata ketika Brandon mulai melakukan teror.

Brandon mungkin hanya melakukan terornya tiga kali sepanjang film (empat, jika Anda menghitung aksinya di sekolah pada jam olahraga), tapi setiap sekuens teror tersebut dieksekusi dengan mantap sehingga Anda tidak akan bisa membedakan apakah ini film superhero atau sebenarnya ini adalah ‘Scream’ versi terbaru. Yarovesky menata ketegangannya dengan terasa dan sebagai final, dia tidak segan-segan untuk menggambarkan violence se-grafis mungkin.

Bagi Anda pecinta gore, inilah hadiah bagi kalian. Kalau kalian sungguh menikmati adegan seperti mencabut kaca dari mata (ew) atau muka hancur kena setir mobil (double eww), ‘Brightburn’ adalah film untuk Anda. Diproduseri oleh James Gunn, ‘Brightburn’ memberikan sebuah pengalaman yang sungguh menghibur mengenai premis “bagaimana kalau Superman jahat?”. Ketika film ini selesai, Anda akan sedikit lega bahwa ya, meskipun Superman adalah tokoh fiksi, setidaknya dia tidak menggunakan powernya untuk kejahatan.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!