Puluhan Seniman Kediri Bikin Mural Dolanan Tempo Dulu

oleh

Kediri – Tembok Kelurahan Semampir di Kota Kediri akan dipenuhi permainan tempo dulu. Harapannya, mural tersebut menjadi sarana edukasi bagi anak-anak untuk mengetahui permainan-permainan tradisional yang tidak kalah mengasyikkan dari game online.

Salah satu seniman dari Kediri Mural Movement Dodoth mengaku ingin ikut berperan aktif mengajak anak-anak melestarikan dolanan atau permainan tempo dulu. Yakni dengan mengingatkan aneka permainan tempo dulu lewat mural di dinding Kelurahan Semampir.

“Saya berharap dengan kami melukis berbagai macam dolanan anak tempo dulu, dapat menginspirasi anak-anak di Kelurahan Semampir untuk kembali bermain dengan dolanan tradisional dan meninggalkan gadget handphone,” kata Dodoth, Rabu (15/5/2019).

Pembuatan mural aneka permainan tempo dulu merupakan inisiasi pemerintah Kelurahan Semampir yang mendapat dukungan sponsor. Yakni untuk mewujudkan kelurahan tersebut sebagai Kampung Dolanan.Beberapa permanian tempo dulu yang sudah selesai digambar yakni egrang, cirak atau nekeran, pate lele, dan jumpritan. Harapannya kawasan kelurahan tersebut semakin dikenal sebagai Kampung Dolanan yang menarik pengunjung untuk datang.

Mural tersebut dibuat di tembok sepanjang 20 meter dan tinggi 4 meter. Sedangkan jarak lukisan dengan permukaan tanah sekitar 30 cm. Sebanyak 34 liter cat disediakan pihak pendukung. Empat liter cat untuk warna dasar dan 30 liter cat warna utama.

Mural egrang di Kediri/Mural egrang di Kediri/ Foto: Andhika Dwi

Setiap sengaja dibuat dengan ukuran jumbo agar bisa terlihat dari kejauhan. Mural dibagi dua karakter. Ada kelompok mural permainan menggunakan alat seperti egrang, pate lele dan Nekeran. Ada pula kelompok mural tanpa alat seperti sepur-sepuran, jumpritan, gobaksodor dan lain-lain.

Kepala Kelurahan Semampir Rizky Yudadiantika menjelaskan, pembuatan mural digelar untuk mengisi bulan suci Ramadhan. Ia ingin menghapus stigma negatif yang melekat di kelurahan tersebut sebagai eks lokalisasi.

Ia ingin menyulap kelurahan tersebut menjadi kampung keren dan kampung dolanan. Sehingga bisa menjadi destinasi wisata edukasi bagi anak dan keluarga.”Kegiatan ini sengaja digelar dalam rangka Ramadhan, sekaligus mewujudkan Kelurahan Semampir menjadi kampung keren dan kampung dolanan anak di masa akan datang,” kata Rizky.

Perwakilan perusahaan pendukung, Iwhan Tri Cahyono mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi kelurahan dan komunitas. Menurutnya permainan tempo dulu penting agar anak-anak zaman sekarang tidak terlalu maniak gadget.

“Ini merupakan suatu inovasi baru dan motivasi positif bagi anak-anak, agar tidak terjebak dalam permainan gadget handphone. Sehingga mereka kembali dapat mengenal dan bermain dolanan tempo dulu,” kata Iwhan.

Sedangkan bagi generasi yang lahir di tahun 1990an hingga 2000, mural Kampung Dolanan bisa menjadi arena untuk nostalgia. Mengingat asyiknya masa kecil yang tumbuh dengan aneka permainan tradisional.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!