Apa Jadinya Kalau Gaji Bulanan Ikut Terpakai untuk Ongkos Mudik?

oleh

Jakarta – Kembali ke kampung halaman menjadi kebutuhan hari raya banyak orang, terlebih lagi hari raya lebaran. Mudik pun membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Perencana keuangan dari Zielts Consulting, Ahmad Gozali sendiri mengatakan bahwa baiknya mudik dianggarkan dalam uang THR. Namun, apa jadinya bila uang THR ternyata kurang untuk membiayai mudik pulang-pergi?

Menggunakan gaji bulanan menjadi salah satu solusinya. Namun, Ahmad mengingatkan musim mudik tahun ini jatuh pada awal bulan, maka harus hati-hati jangan sampai gaji bulanan habis belum sampai akhir bulan.

“Kalau kita mau hitung-hitungan, (tahun ini) pulang mudik sekitar tanggal 10, masih ada 15-20 hari lagi menuju gajian berikutnya,” ungkap Ahmad kepada , Rabu (15/5/2019).

Untuk menyiasatinya, Ahmad mengatakan sebelum menggunakan gaji bulanan untuk mudik hendaknya disisihkan terlebih dahulu gajinya untuk sedekah, cicilan, dan biaya hidup. Barulah sisanya digunakan untuk tambahan uang mudik.

“Jadi dari gaji bulan Juni tetap harus ada alokasi untuk sedekah rutin bulanan, cicilan utang, dan biaya hidup untuk 15-20 hari sesudah pulang mudik,” ungkap Ahmad.

“Nah, sisanya boleh untuk nambahin biaya mudik,” tambahnya.

Sebelumnya, Ahmad menjelaskan cara untuk mengatur penganggaran uang gaji dalam menghadapi hari raya lebaran.

“Kita bisa atur alokasi pengeluaran pada gaji seperti ini, sedekah 2,5% – 10%, cicilan utang 30% – 35%, saving 10%, dan biaya hidup 40%- 60%,” ungkap Ahmad.

Video Terbaru Topreneur di 20detik:

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!