Misteri Tato dan Surat Kasus Mutilasi Pasar Besar Malang Terus Diselidiki

oleh

Malang – Polisi terus berupaya mengungkap teka-teki tato beserta surat pada korban. Sejauh ini, penyelidikan belum menemukan titik terang. Petunjuk penting ditemukan di lokasi kejadian tersebut masih menyimpan misteri.

“Anggota opsnal sedang menyelidiki terkait tulisan tersebut. Membaca dengan detil susunan kalimat yang dituliskan, ini sebagai petunjuk untuk mengungkap kasus ini,” terang Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri kepada , Rabu (15/5/2019).

Diharapkan, pengungkapan dari misteri tulisan pada secarik kertas tersebut bisa menjadi petunjuk mengantar kepada ditemukannya identitas korban atau pelaku.

“Semoga segera bisa terungkap, termasuk sidik jari yang belum bisa terbaca dengan jelas. Supaya kami bisa mengetahui identitas korban,” kata Asfuri.

Bukan saja secarik kertas dengan tulisan tinta warna merah itu. Polisi juga mendalami tato pada telapak kaki korban.

Ada sebutan nama pada telapak kaki kanan yang ditato yakni Sugeng. Sementara telapak kiri bertulis ‘wahyu yang kita dapatkan di gereja bersama keluarga’.

“Termasuk tato atau tulisan di telapak kaki korban. Menjadi bahan penyelidikan kami mengungkap identitas korban,” kata Asfuri.

Asfuri menambahkan perempuan yang menjadi diduga berusia 34 tahun, dengan ciri-ciri memiliki rambut sebahu. “Warga yang merasa mengenal dan tengah mencari anggota keluarganya, bisa mendatangi kantor polisi atau RSSA (rumah sakit dr Saiful Anwar) untuk menyamakan ciri-ciri yang dikenali,” tambah Asfuri.

Ada enam bagian tubuh perempuan korban mutilasi ini yang dipotong. Saat ditemukan lokasinya tidak dalam satu tempat. Berawal dari Chilman (48), pedagang di Pasar Besar yang mencium bau busuk di area lapak dagangannya. Dia kemudian meminta bantuan sekuriti pasar untuk menelusuri asal dari bau tak sedap itu.

Ketika mencarinya diantara sampah yang berserakan, kedua dikejutkan dengan di lokasi. Penemuan ini kemudian dilaporkan ke polisi, Selasa (14/5/2019), siang.

Mayat Dimutilasi Gemparkan Pedagang Pasar Besar Malang:

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!