Cerita Operator PLTA Lamajan, Rela Bekerja Saat Lebaran

oleh

Uri.co.id, Bandung – General Manager UP Saguling, Rusdiansya memastikan pemasokan listrik untuk kawasan Jawa Bali akan aman selama nanti.

“Kami siap untuk membackup sistem kelistrikan Jawa Bali di hari-hari besar seperti Lebaran,” ujar dia di PLTA Lamajan, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Seperti dikutip Rabu (15/5/2019).

Untuk itu, Lamajan telah menyiapkan piket siaga. Para teknisi atau operator akan tetap masuk meski di hari-hari besar seperti Lebaran yang akan datang untuk mengawasi dan memantau pemasokan listrik dari PLTA Lamajan tetap aman terkendali.

Pekerja di PLTA Lamajan (Foto:Uri.co.id/Ayu P)

Meski tidak mudah namun hal ini harus tetap dijalankan oleh Darar Almas (22). Meskipun masih terbilang baru menjadi operator di Lamajan, tapi Lebaran nanti ia harus rela tidak berkumpul bersama sanak keluarga yang ada di kampung halamannya.

“Kalau operator sendiri udah jadi tanggung jawab perusahaan kita ngga ada libur pas Lebaran, kecuali hari itu memang jatahnya untuk libur,” ujar dia.

Selanjutnya

PLTA Lamajan (Foto:Uri.co.id/Ayu P)

Hal ini bukan hanya dirasakan Almas saja, tapi oleh operator dan petugas lainnya yang berada di PLTA tersebut, salah satunya Saiful Anwar.

Bahkan Saiful telah bekerja di sana sejak 2002. Jadi, ia harus rela untuk meninggalkan keluarga dan orang terdekatnya demi memastikan PLTA Lamajan dapat beroperasi dan berkontribusi untuk sistem kelistrikan di Jawa Bali.

Terdapat tiga waktu pembagian shift untuk menjaga PLTA yang dulunya hanya berfungsi sebagai pemasok listrik untuk pabrik gula. Tiga waktu tersebut dimulai sejak jam 07.00-15.00, 15.00-22.00, dan 22.00-07.00 WIB.

“Yang agak serem malem ya, pas pergantian dari jam 10 ke yang pagi itu. Tapi, untuk naik dari sini ke atas harus ada satpam satu yang nemenin,” kata Almas.

“Tapi kami tetap bisa tidur kok di sini, ya meskipun tidur-tidur ayam,” tambahnya.

Lebaran saja tidak menjadi halangan bagi para operator ini untuk bekerja apalagi saat bulan Ramadan ini. Menurut Almas, ketika jaga saat sahur dan berbuka mereka tetap makan dalam ruang power house tersebut menggunakan lauk seadanya.

“Tapi kita punya tradisi setiap buka puasa selalu liwetan, jadi bertiga sama yang jaga kita selalu liwetan di sini kadang tapi pake lauk yang seadanya. Tapi kalau lagi pada mancing di atas kita dikirimin ikan hasil tangkapannya,” ujar dia.

Namun, begitu, baik Almas maupun Saiful dan para petugas yang ada di PLTA Lamajan ini tidak sedikitpun mengeluh. Mereka menganggap ini suatu kewajiban dan tanggung jawab yang harus mereka jalani.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!