Tunggakan 17 Kasus Korupsi, Pimpinan KPK Ogah Disalahkan Sendiri

oleh

Jakarta – Pimpinan saat ini disebut memiliki tunggakan 17 kasus korupsi yang dinilai belum benar-benar tuntas. Namun pucuk pimpinan yang diisi Agus Rahardjo cs tersebut enggan dituding karena tunggakan kasus itu terjadi sebelum kepemimpinannya.

“Kami ini cuci piring juga kan di samping kasus-kasus yang baru seperti itu. Jadi bukan salah kami semua,” kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di Gedung Anti-Corruption Learning Center (ACLC), Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (15/5/2019).

“Jadi maksudnya itu, ngapain juga yang dulu-dulu itu nggak habis sendiri gitu kan netapin tersangka tapi nggak dikerjain ya. Maksudnya kami bekerja semampu kami,” ucap Syarif.Sebelumnya, pada Minggu (12/5), Indonesia Corruption Watch (ICW) bersama Transparency International Indonesia (TII) menyoroti pimpinan KPK Agus Rahardjo cs yang akan berakhir pada akhir tahun ini. Mereka kemudian menyoroti pekerjaan rumah (PR) KPK yang belum tuntas.

Dalam diskusi ICW dan TII itu, disebutkan soal adanya 17 tunggakan kasus di KPK. Berikut ini 17 tunggakan kasus suap yang dipaparkan tersebut:
– Suap perusahaan asal Inggris, Innospec ke pejabat Pertamina;
– Kasus bailout Bank Century;
– Proyek pembangunan di Hambalang;
– Proyek Wisma Atlet Kemenpora di Sumatera Selatan;
– Suap pemilihan Deputi Gubernur Bank Indonesia atau cek pelawat;
– Proyek SKRT Kementerian Kehutanan;
– Hibah kereta api dari Jepang di Kementerian Perhubungan;
– Proyek pengadaan alat kesehatan di Kementerian Kesehatan;
– Pengadaan simulator SIM di Ditlantas Polri;
– Pembangunan proyek PLTU Tarahan pada 2004;
– ‘Rekening Gendut’ oknum jenderal polisi;
– Kasus suap Badan Keamanan Laut;
– Suap Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat;
– Suap Rolls Royce ke petinggi PT Garuda Indonesia;
– Kasus BLBI;
– Kasus Pelindo II; dan
– Kasus e-KTP.Atas tunggakan kasus-kasus itu, Syarif tidak menutup mata bila nantinya akan diwariskan ke pimpinan KPK selanjutnya. Namun dia mengatakan bila kepemimpinan KPK saat ini sudah berupaya keras menuntaskan kasus-kasus itu.

“Kalau Garuda sih itu sudah selesai, tinggal pelimpahan saja, jadi itu saya anggap selesai Garuda… kalau BLBI akan ada perkembangan yang terang. Century ini agak angel (sulit), tetapi ini kita harus cari buktinya dan macam-macam seperti itu, kita juga nggak boleh memaksakan sebuah kasus juga,” kata Syarif.

“Mungkin ada lah yang diwariskan ya seperti kasus e-KTP kan ini kita tapi itu pun masih banyak lagi,” imbuh Syarif.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!