Ketua DPRD Ciamis: Daripada People Power, Nonton Power Rangers Saja

oleh

Ciamis – Sejumlah tokoh di Ciamis angkat suara mengenai isu gerakan people power. Salahsatunya Ketua DPRD Ciamis Nanang Permana. Setengah becanda, Nanang mengajak masyarakat mending nonton Power Rangers daripada ikut-ikutan people power.

“People power yang mana lagi? People power itu 17 April untuk menegakkan kekuasaan, untuk memilih siapa yang berkuasa memimpin negeri ini, sudah selesai,” tandas Nanang saat ditemui wartawan usai menghadiri acara Rakor Lintas Sektoral di Polres Ciamis, Rabu (15/5/2019).

Nanang menandaskan apabila ada people power yang lain, maka itu merupakan people power tandingan yang artinya ilegal. Karena kalau people power untuk merubuhkan kekuasaan, menurutnya paling tidak harus ada gejala sosial 80 persen rakyat tidak puas dengan kepemimpinan.

“Data survei 70 persen rakyat puas terhadap jokowi. Lebih baik dari pada people power, nonton power rangers saja ya,” seloroh politisi PDIP itu.

Hal sama dilontarkan Ketua MUI Ciamis Ahmad Hidayat. Ia mengimbau kepada warga Kabupaten Ciamis untuk menghindari dan menolak gerakan people power tersebut. Menurutnya, hal itu akan mengancam keamanan dan mengganggu kestabilan negara.

“People power itu bisa membuat kondisi Negara tidak kondusif. Selain itu akan berdampak merusak kesucian bulan Ramadan,” Ahmad Hidayat kepada wartawan.

MUI Ciamis mengajak masyarakat untuk lebih menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah. Jangan sampai ada kegiatan yang bersifat pengerahan massa sehingga berpotensi menimbulkan suasana yang tidak kondusif.

“Sekarang bulan suci Ramadhan, berupaya mengendalikan diri, menahan hawa nafsu, jaga kesucian bulan Ramadhan ini,” kata dia.

Sementara itu Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso mengatakan pada 22 Mei mendatang merupakan keputusan KPU hasil Pemilu dan Pilpres 2019. Persiapan di Ciamis, Polisi tetap melakukan penjagaan bersama TNI dan instansi pemerintahan Satpol PP di KPU, Bawaslu dan gudang logistik.

“Kami mengimbau kepada masyarakat tetap jaga kondusivitas, tunggu dengan sabar keputusan KPU. Kalau ada mekanisme tidak puas atau untuk menyampaikan aspirasi gunakan jalur resmi, yakni Bawaslu dan Mahkamah Konstitusi dengan membawa bukti akurat,” pungkasnya.

Ketua DPR: Pemerintah Tidak Otoriter, Tak Perlu People Power:

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!