Pengadilan Tolak Permohonan Polisi soal Penahanan Seungri

oleh

Uri.co.id, Seoul – Upaya polisi untuk melakukan penahanan praperadilan atas akhirnya dimentahkan oleh Pengadilan Distrik Seoul Pusat yang menolak permintaan ini. Keputusan tersebut diambil dalam sidang yang agendanya membahas keabsahan permohonan polisi tersebut, yang berlangsung pada Selasa (14/5/2019).

Dilansir dari Soompi, Rabu (1/5/2019), dalam permohonannya, polisi mencantumkan berbagai kasus yang membelit seperti menjadi perantara prostitusi, penggelapan dana, dan pelanggaran peraturan sanitasi pangan. Polisi menyertakan pula kecurigaan bahwa Seungri menggunakan jasa prostitusi.

Sejatinya, bila permohonan ini diterima, polisi bisa menahan tersangka dalam waktu lebih dari 48 jam.

Tak hanya Seungri, pengadilan juga menolak permohonan serupa atas mantan CEO Yuri Holdings, Yoo In Suk. Seperti diketahui Yoo In Suk bekerja sama dengan dalam sejumlah bisnis termasuk Burning Sun, dan ia juga termasuk tokoh penting dalam chatroom kontroversial.

Alasan Pengadilan

Mantan anggota boyband BIGBANG, Seungri mendatangi Pengadilan Distrik Pusat Seoul, Selasa (14/5/2019). (Ed JONES / AFP)

Hakim Shin Jong Yeol menyertakan alasan di balik keputusan ini. “Ada celah sengketa dalam kecurigaan utama, yakni penggelapan dana. Juga sulit menerima alasan atas penahanan, yakni potensi perusakan barang bukti, dan kecurigaan lainnya,” tuturnya.

Penahanan Praperadilan

Penyanyi K-pop, Jung Joon Young. (AP Photo/Lee Jin-man)

Sebelumnya, penahanan praperadilan telah dikeluarkan kepada dua anggota chatroom kontroversial, Jung Joon Young dan Choi Jong Hoon.

Jung Joon Young ditahan terkait aktivitas ilegal merekam dan menyebarkan video dari kamera tersembunyi. Sementara Choi Jong Hoon atas kecurigaan soal kasus pemerkosaan.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!