Catat! Ini Jadwal Lengkap Penukaran Uang Pecahan Keliling di Yogya

oleh

Yogyakarta – Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (BI DIY) mulai membuka jasa penukaran uang pecahan keliling. Penukarannya dimulai dari 13 Mei sampai 29 Mei 2019. Hari ini penukaran berlangsung di Bangsal Wiyatapraja, Kepatihan.

“Kita ada rencana kegiatan kas keliling itu sampai dengan tanggal 29 Mei . Jadi layanan kita mulai hari kemarin tanggal 13 Mei di pasar tradisional,” kata Kasir BI DIY, Sukoco, kepada wartawan di Bangsal Wiyatapraja, Kepatihan, Rabu (15/5/2019).

Berikut jadwal penukaran uang pecahan keliling di DIY:

Tanggal 13 Mei
– Pasar Bantul

Tanggal 14 Mei
– Pasar Imogiri Bantul

Tanggal 15 Mei
– Kepatihan

Tanggal 16 Mei
– Polda DIY
– Balai Kota Yogyakarta

Tanggal 17 Mei
– Pasar Beringharjo
– Balai Kota Yogyakarta

Tanggal 20 Mei
– Pasar Wates
– Balai Kota Yogyakarta

Tanggal 21 Mei
– Pasar Tempel
– Balai Kota Yogyakarta

Tanggal 22 Mei
– Pemda Bantul
– Balai Kota Yogyakarta

Tanggal 23 Mei
– Brimob Baciro
– Balai Kota Yogyakarta

Tanggal 24 Mei
– Pasar Lempuyangan
– Balai Kota Yogyakarta

Tanggal 27 Mei
– Stasiun Tugu Yogyakarta
– Parkir Timur Jl P Senopati

Tanggal 28 Mei
– Terminal Giwangan
– Parkir Timur Jl P Senopati

Tanggal 29 Mei
– Terminal Giwangan
– Parkir Timur Jl P Senopati

Sukoco menjelaskan penukaran uang keliling dari BI DIY ini dibuka dari jam 09.00 WIB sampai jam 13.00 WIB. Namun jadwal ini sewaktu-waktu bisa berubah. Seperti penukaran uang di Kepatihan hari ini dilaksanakan mulai jam 09.45 WIB.

Dalam penukaran uang ini, lanjut Sukoco, pihaknya membatasi 100 nomor antrean setiap harinya. Tiap warga hanya bisa melakukan penukaran uang sekali. Sebagai penanda, selesai menukarkan uang tiap jari kelingking penukar ditandai dengan tinta.”Jadi sistem yang kami terapkan itu kita pakai tinta yang seperti Pemilu. Artinya mereka bisa menukarkan (uang pecahan) hanya satu kali untuk meminimalisir perdagangan uang (pecahan di jalan raya),” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga membatasi nominal penukaran uang dengan sistem paket sejumlah Rp 3.800.000, terdiri dari pecahan Rp 20 ribu untuk Rp 2 juta, Rp 10 ribu untuk Rp 1 juta, Rp 5 ribu untuk Rp 500 ribu, Rp 2 ribu untuk Rp 200 ribu dan Rp 1 ribu untuk Rp 100 ribu.

“Dari uang pecahan itu yang paling banyak diminati masyarakat mulai Rp 10 ribu ke bawah. Untuk yang Rp 20 ribu itu ya minat juga, namun minatnya lebih sedikit dibanding pecahan yang lain,” paparnya.

BI DIY sendiri telah menyediakan uang kartal Rp 5,6 triliun untuk memenuhi kebutuhan Ramadan dan Idul Fitri 2019. Jumlah ini meningkat 7,6 persen dibanding realisasi tahun lalu sebesar Rp 5,2 triliun. Jumlah ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan warga.

“Imbauan kami kepada seluruh masyarakat bahwasanya masyarakat harus mulai berpikir cerdas. Artinya jangan menukarkan (uang) di jasa penukaran uang itu (di pinggir jalan). Supaya apa? Supaya terhindar dari risiko uang palsu,” tutup Sukoco.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!