Kiai dan Pesilat di Madiun Tolak Gerakan People Power

oleh

Madiun – Isu membuat para kiai dan pesilat di Kabupaten Madiun angkat suara. Deklarasi menolak gerakan people power telah mereka lakukan.

“Terus terang propaganda people power yang terus didengungkan pihak yang tidak bertanggung jawab itu sangat merugikan banyak pihak. Maka dari itu kami sepakat menolak gerakan people power yang santer di dengungkan,” kata KH Hakim Azizi mewakili para kiai di Kabupaten Madiun kepada wartawan, Selasa (14/5/2019) malam.

Menurut Hakim, penolakan people power itu bukan tanpa alasan. Mereka menolak karena gerakan people power dinilai meresahkan Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Tak hanya itu, gerakan tersebut juga dinilai akan memecah belah persatuan umat di Indonesia.”Kami sangat tidak setuju dengan gerakan itu. Untuk itu pihak yang sudah terprovokasi dan penggeraknya itu segera sadar diri, karena gerakan ini bisa memecah belah persatuan NKRI,” imbuhnya.

Para kiai, ulama, gus dan pesilat berkumpul di rumah salah satu tokoh agama di Desa Bader, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Selasa (14/5) malam. Mereka menggelar doa bersama dan sepakat menolak gerakan .

Para kiai dan pesilat khawatir, people power akan membuat Indonesia seperti negara-negara di Timur Tengah yang pecah belah. “Mari kita kembali ke sejarah bahwa beliau (wali songo) dalam syiar agama mengedepankan toleransi dan kebersamaan,” tambah Hakim.Hakim berharap semua pihak menjaga toleransi antar umat beragama. Apalagi seluruh warga hidup berdampingan sejak dahulu baik secara budaya dan keagamaan.

“Agar warga tak termakan gerakan people power, saat ini kiai, ulama bersama para pesilat sengaja melakukan pendekatan kepada masyarakat. Kita sampaikan kalau gerakan people power akan membuat Indonesia tidak kondusif. Bagi yang kalah Pileg dan Pilpres, semoga segera legowo lantaran pelaksanaan Pilpres dan Pileg 2019 berlangsung aman dan demokratis,” pungkasnya.

Pendapat serupa juga disampaikan Kiai Muhammad Ridwan, pendekar asal Kabupaten Madiun juga menolak gerakan people power. Pasalnya gerakan tersebut sangat meresahkan warga.

“Gerakan ini sangat meresahkan warga dan mengganggu kekhusyukkan umat Muslim menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Kami berharap pihak yang akan menggelar people power diberikan hidayah. Pasalnya mereka tidak tahu gerakan itu ditunggangi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” pungkas Muhammad Ridwan.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!