ACT Distribusikan 250 Ton Pangan untuk Palestina

oleh

Jakarta – 250 ton pangan siap dikirimkan Indonesia Humanitarian Center (IHC) Aksi Cepat Tangga (ACT) pada Ramadhan tahun ini. Pendistribusian itu merupakan bagian dari total 10 ribu ton pangan yang diberikan untuk masyarakat Palestina hingga akhir Ramadhan nanti.

Terlepas dari serangan yang digencarkan Israel di awal Ramadhan lalu, Presiden Aksi Cepat Tanggap Ahyudin mengungkapkan, persiapan 10 ribu ton pangan untuk rakyat Palestina memang telah disiapkan di awal Ramadhan dan akan dibagikan secara bertahap. Aksi ini dinilai menjadi salah satu cara terbaik menyelamatkan bangsa Palestina.

“Membantu Palestina tidak hanya membantu sehari-dua hari, tetapi selamanya. Ini lahan kebaikan untuk kita semua, bahwa membantu dan berderma tidak hanya lewat doa tetapi dengan apa pun juga. ACT memilih membantu masyarakat Palestina dengan pangan, dan 10 ribu ton pangan kita siapkan untuk Palestina hingga akhir Ramadan ini, ujar Ahyudin dalam keterangan tertulis, Rabu (15/5/2019).Ia pun mengajak segenap bangsa Indonesia untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina terlebih pada bulan Ramadhan tahun ini.

“Bersamaan dengan bulan Ramadhan, mari kita tingkatkan kebaikan yang pahalanya insyaallah dilipatgandakan Allah SWT,” tutur Ahyudin.

Ratusan ton pangan itu diangkut menggunakan 10 truk yang diberangkatkan dari Indonesia Humanitarian Center (IHC) Gaza. Pelepasan keberangkatan truk bantuan kemanusiaan itu dihadiri oleh perwakilan menteri Palestina di bidang sosial pembangunan, kebudayaan, ekonomi, dalam negeri, dan belasan lembaga kemanusiaan lokal. Bantuan pangan tersebut ditargetkan terdistribusi ke seluruh wilayah di Jalur Gaza sampai 10 hari mendatang.

Bantuan pangan IHC tersebut menjangkau 10 ribu kepala keluarga di Gaza. Dari tim Global Humanity Response (GHR)-ACT Andi Noor Faradiba juga melaporkan, bantuan pangan itu diikhtiarkan menyasar wilayah Gaza Utara, Gaza Tengah, Kota Gaza, Khan Younis, hingga Rafah.

Bantuan pangan IHC ini ditujukan untuk keluarga miskin, pengungsi, tahfiz, keluarga yatim dan orang-orang dengan disabilitas di Gaza, kata Faradiba.Selain bantuan pangan dari IHC, dukungan Indonesia untuk meredam krisis Palestina juga dilakukan dengan membagikan makanan siap santap sahur dan iftar selama Ramadhan. Para penerima manfaat makanan siap santap sahur dan iftar terdiri dari berbagai kalangan, antara lain warga miskin, anak yatim-piatu, penghuni panti werdha, hingga pasien di Rumah Sakit Indonesia.

Menurut salah satu relawan ACT di Gaza Jomah Al Najjar, pendistribusian 250 ton pangan melalui program IHC adalah salah satu proyek terpenting pada Ramadhan kali ini. Blokade Israel atas Gaza selama belasan tahun melumpuhkan sendi-sendi kehidupan di Gaza dan Palestina pada umumnya, terutama dalam bidang pangan. Terlebih lagi dengan adanya serangan udara yang pekan lalu menghantam 60 titik di Gaza.

Oleh karena itu, berbagai orang dengan latar belakang hadir pada seremoni kali ini, baik dari utara, selatan, maupun Gaza Tengah. Sekitar 150 keluarga yatim, korban luka Great March of Return, dan ulama turut menyaksikan pelepasan bantuan kemanusiaan dari masyarakat Indonesia untuk Gaza, ungkap Jommah.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!