KPK Panggil Idrus Marham dan Menteri ESDM untuk Kasus Sofyan Basir

oleh

Jakarta –

Penyidik KPK memanggil Mantan Menteri Sosial Idrus Marham hingga Menteri ESDM Ignasius Jonan terkait kasus dugaan suap Dirut PLN nonaktif . Keduanya diperiksa sebagai saksi untuk Sofyan Basir.
“Dipanggil sebagai saksi untuk tersangka SFB (Sofyan Basir),” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (15/5/2019).
Selain memanggil Idrus Marham dan Jonan, KPK memanggil Senior Vice President Legal Corporate PT PLN Dedeng Hidayat, Direktur Bisnis regional Jawa bagian Timur Bali dan Nusa Tenggara PLN Djoko R Abumanan, Direktur Bisnis Regional Jawa bagian Tengah Amir Rosidin. Mereka juga dipanggil sebagai saksi Sofyan Basir.
KPK sebelumnya menyatakan Jonan batal hadir dalam pemeriksaan hari ini. Jonan disebut sedang menjalankan tugas di luar negeri.
“Pihak ESDM tadi sudah mengirimkan surat. Tidak datang, karena ada perjalanan dinas ke luar negeri, ke Eropa, Jepang, dan AS (Amerika Serikat),” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa (14/5) kemarin.
Sementara itu, dalam pusaran kasus ini, Idrus Marham telah divonis 3 tahun penjara dan denda Rp 150 juta subsider 2 bulan kurungan. Idrus dinyatakan bersalah menerima suap Rp 2,25 miliar dari pengusaha Johanes Budisutrisno Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd terkait proyek PLTU Riau-1.
Dia dinyatakan bersalah melanggar Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Hakim mengatakan Idrus menerima uang itu bersama-sama dengan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih karena membantu Kotjo mendapatkan proyek di PLN.
Dalam kasus ini, KPk menetapkan Sofyan, dia sebagai tersangka. Sofyan diduga membantu Eni mendapatkan suap dari Kotjo terkait proyek PLTU Riau-1. KPK menduga Sofyan dijanjikan jatah yang sama dengan Eni dan Idrus Marham, yang lebih dulu diproses.
KPK menduga Sofyan berperan aktif memerintahkan jajarannya agar kesepakatan dengan Kotjo terkait proyek PLTU Riau-1 segera direalisasi. Sofyan pun disebut ada di berbagai pertemuan di hotel, restoran, kantor PLN, dan rumah Sofyan terkait pembahasan proyek ini.

Idrus: Demi Allah Saya Tidak Tahu Penerimaan Duit Suap!:

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!