Mengajukan Pinjaman Itu Wajar, Asalkan…

oleh

Uri.co.id, Jakarta – Mengajukan seringkali akan menjadi beban pada keuangan, jika dilakukan secara tidak terencana dan cermat. yang tidak terukur bisa saja jadi jalan pintas Anda menuju ke arah kemiskinan.

Tapi, dalam beberapa situasi, meminjam uang menjadi satu-satunya jalan terakhir yang harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan yang penting. Meski memiliki risiko yang cukup tinggi, ada beberapa kondisi di mana Anda boleh mengajukan .

Jadi boleh-boleh saja mengajukan pinjaman asalkan seperti berikut ini, sebagaimana dikutip dari .

1. Nominal Tagihan Tidak Terlalu Membebani

Saat akan mengajukan pinjaman, seringkali Anda akan diminta untuk menyatakan kesanggupan dalam melunasi pembayaran tagihan. Jika tidak waspada, bisa jadi nominal tagihan melebihi kemampuan keuangan Anda.

Sebelum berutang, buatlah rencana anggaran yang harus Anda keluarkan setiap bulannya. Jika perlu, periksa ulang semua pengeluaran Anda beberapa bulan sebelumnya agar gambaran kondisi keuangan bisa terlihat lebih jelas.

Jika dirasa semua kebutuhan telah terkumpul, jumlahkan seluruh pengeluaran tersebut dan kurangkan dengan penghasilan yang Anda terima. Pastikan bahwa tagihan untuk melunasi utang yang akan Anda lakukan tidak melebihi sisa pendapatan.

Bila perlu, usahakan angka tagihan utang berada jauh dibawah kesanggupan Anda. Jadi, pinjaman yang Anda lakukan tidak sampai terlalu membebani finansial.

2. Untuk Memenuhi Keperluan yang Mendesak

Ilustrasi ruang operasi (iStock)

Meminjam uang bukanlah keperluan untuk memenuhi keinginan gaya hidup yang glamour. Karena memiliki risiko yang cukup tinggi pada penurunan kondisi keuangan Anda, hanya lakukan pinjaman untuk keperluan yang sangat mendesak saja.

Jika dengan gampangnya Anda mengajukan pinjaman untuk keperluan berbelanja hal yang tidak penting atau tidak memberi keuntungan, maka sangat mungkin kehidupan Anda akan selalu dirundungi penagih utang.

Contoh kebutuhan penting yang bisa menjadi alasan kuat bagi Anda untuk mengajukan pinjaman adalah membuka usaha, kredit kendaraan, atau kebutuhan membayar rumah sakit dan pendidikan. Jadi, saat memiliki keperluan yang penting seperti itu maupun hal lain yang sama mendesaknya, jangan ragu untuk segera mengajukan pinjaman.

3. Memiliki Skor Kredit yang Tinggi

Skor kredit yang Anda miliki berpengaruh pada penilaian pihak bank saat akan meminjamkan dana. Mempunyai skor kredit yang tinggi tentu akan membuka peluang bagi Anda untuk mendapatkan keringanan saat mengajukan pinjaman.

Keringanan yang mungkin Anda dapatkan bisa berupa suku bunga yang lebih kecil bahkan kemudahan saat akan meminta pengurangan jumlah tagihan. Keuntungan-keuntungan seperti ini tentu akan memberikan Anda kemudahan dalam proses melunasi utang.

Perlu dipahami pula jika skor kredit yang Anda miliki bisa menjadi positif saat disiplin dalam membayar tagihan. Hal ini tentu menjadi penanda yang dapat memberikan penjelasan bahwa Anda handal dalam mengatur keuangan guna melunasi utang yang dimiliki.

Tapi, jangan jadikan skor kredit yang baik sebagai alasan untuk melakukan pinjaman saat tidak ada kebutuhan yang diperlukan. Gunakan keuntungan yang didapat dari memiliki skor kredit tinggi tersebut sebagai sarana yang bisa memperkecil beban Anda dalam melunasi utang.

4. Keuntungan Investasi Melebihi Beban Suku Bunga

Ilustrasi Investasi Asing (Times Higher Education)

Ketika sudah memiliki investasi yang menguntungkan, kebutuhan untuk melakukan utang sebenarnya menjadi semakin kecil. Tapi, karena suatu alasan yang mendesak, mengajukan pinjaman tentu harus Anda lakukan meski telah berinvestasi.

Dengan memiliki investasi yang sudah memberikan hasil secara rutin, Anda bisa membandingkan jumlah dana yang akan dipinjam dengan keuntungan yang bisa didapat dari berinvestasi. Dalam setahun, pasti bidang investasi memiliki laporan total berapa persen keuntungan yang diterima.

Pertimbangkan hasil pendapatan tersebut sebagai patokan saat akan mengajukan pinjaman yang Anda butuhkan. Jika dalam satu tahun hasil keuntungan investasi sebesar 8 persen, tentu bukan menjadi masalah saat Anda akan meminta pinjaman dengan suku bunga 4 atau 5 persen.

Anda masih mendapatkan penghasilan dari investasi meskipun harus melunasi tagihan utang yang ada. Jadi, risiko kewalahan dalam membayar tagihan utang tidak akan terlalu Anda rasakan ketika investasi yang dimiliki lebih menguntungkan.

5. “Menambal” Penghasilan yang Masih Tertunda

Dalam hal pekerjaan, keterlambatan dalam hal penerimaan penghasil mungkin lumrah terjadi. Terlebih lagi bagi Anda yang bekerja sebagai pekerja lepas. Perusahaan maupun orang yang menyewa jasa Anda bisa saja tengah mengalami kendala untuk melakukan proses pembayaran gaji.

Saat hal itu terjadi, tidak ada salahnya Anda mencari pinjaman untuk “menambal” gaji yang belum dibayarkan tersebut. Meski pendapatan tengah tersendat, keperluan Anda untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tidak bisa ditunda.

Jadi, disaat hal itu terjadi, tidak ada salahnya untuk mengajukan pinjaman kecil untuk memenuhi kebutuhan Anda, dan bisa terlunasi dengan segera setelah bayaran dari “atasan” tercairkan.

Tetap Bertanggung Jawab dan Penuh Perhitungan

Memiliki utang tidak selamanya akan berimbas buruk pada kondisi keuangan Anda. Ketika 5 kondisi diatas Anda alami, mengajukan pinjaman tentu harus dilakukan dan tidak akan terlalu membebani.

Namun, perlu ditanamkan dalam pikiran Anda bahwa berutang adalah sebuah kewajiban yang harus dilunasi. Tetap bertanggung jawab dan memperhitungkan segala aspek keuangan Anda saat mengajukan pinjaman tentu harus dilakukan. Jika hal tersebut telah dipersiapkan, utang yang Anda miliki tidak akan berakibat buruk pada kehidupan di masa yang akan datang.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!