Dear Pemudik, Ini Tiga Jalur Alternatif Jika Berkunjung ke Blitar

oleh

Blitar – Kenaikan volume kendaraan dipastikan akan melonjak menjelang Lebaran. Potensi kemacetan kerap terjadi di jalur utama yang menghubungkan antar provinsi atau kabupaten/kota. Untuk itu, ada tiga jalur alternatif yang bisa dilalui jika ingin berkunjung ke Blitar.

Pertama, dari arah timur atau Kabupaten Malang, bisa melewati jalur selatan dari Siraman sampai Kuningan, Kanigoro. Kedua, dari arah utara atau Batu, bisa melewati jalur Tulungrejo – Wlingi. Dan ketiga, jika dari arah barat atau Kediri, jalur alternatifnya dari wilayah Udanawu sampai Poluhan.

Ketiga jalur alternatif ini telah dipersiapkan Dinas PU PR Kabupaten Blitar untuk menyambut kedatangan pemudik di Hari Idul Fitri. Setidaknya, proses perbaikan dan pemeliharaan dikebut pengerjaannya selama sebulan terakhir.

“Kami telah melakukan persiapan sejak dini menjelang lebaran. Jalur alternatif ini tidak dilalui kendaraan umum, sehingga pengendara bisa menghindari kemacetan di jalur utama di jalan provinsi,” kata Kabid Jalan Dinas PU PR Pemkab Blitar, Nanang Adi Putranto pada , Rabu (14/5/2019).Saat ini pelaksanaan pemeliharaan jalur alternatif dikebut pengerjaannya. Untuk jalur Kuningan sampai Siraman sepanjang 27 km, jalur Poluhan-Udanawu sepanjang 5 km dan jalur Wlingi-Tulungrejo sepanjang 10 km.

Untuk jalur Blitar-Malang melalui wilayah Kelurahan Krisik Kecamatan Gandusari (Wlingi – Tulungrejo) memang tergolong sepi dari kendaraan besar. Sebab kondisi jalan di wilayah itu memiliki banyak belokan tajam yang membuat pengendara kendaraan besar enggan melewatinya. Namun saat ini akses jalan yang berkelok itu dipotong. Sehingga jalan telah lurus menembus perkebunan teh Bantaran.

“Di luar jalur alternatif juga ada rencana perbaikan jalan. Tapi sekarang masih proses lelang. Diperkirakan akan terealisasi sehabis Lebaran nanti,” imbuhnya.

Tak hanya menyiapkan kondisi jalan, namun Dinas PU PR Pemkab Blitar juga mencek kondisi lampu penerangan jalan umum di sepanjang jalur alternatif itu. Diakui Nanang, di ruas jalur alternatif itu ada beberapa titik yang minim PJU. Ini karena keterbatasan anggaran.

“Dan kami lakukan perbaikan PJU kalau ada laporan masyarakat,” pungkasnya.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!