Top 3 News: Cerita Pilu Saksi Hidup Korban Tragedi Mei 1998

oleh

Uri.co.id, Jakarta – hari ini mengulik kisah pilu para korban kerusuhan . Meski telah 21 tahun berlalu, para keluarga korban dan mereka yang kini menjadi saksi hidup masih menuntut keadilan.

Mereka ingin pemerintah segera menuntaskan kasus pelanggaran HAM yang terjadi pada saat itu.

Iwan adalah salah satu korban. Kawasan Senen, Jakarta Pusat menjadi saksi kebrutalan sejumlah orang tak dikenal saat dia dipukuli dan dibakar hidup-hidup dengan bensin. Iwan berhasil selamat.

Penderitaanya tak hanya sekedar fisik, dia pun berpisah dengan istri dan tak lagi memilki pekerjaan. Saat dalam kondisi terpuruk, Iwan bahkan mencoba melakukan bunuh diri sebanyak tiga kali.

Sementara itu, rencana reshuffle kabinet yang akan dilakukan Presiden Jokowi kian santer terdengar. Isu tersebut berembus seiring ada tiga menteri yang tengah berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sebenarnya apa yang menjadi dasar ketika Jokowi melakukan reshuffle kabinet? Dan siapa saja menteri di Kabinet Kerja yang terancam terkena reshuffle?

Berikut berita terpopuler di kanal News , sepanjang Selasa, 14 Mei 2019.

1. Kisah Pilu Korban Kerusuhan Mei 1998, 3 Kali Ingin Bunuh Diri

Aktivis 98 melakukan tabur bunga ke makam pejuang reformasi di Tanah Kusir, Jakarta, Minggu (12/5/2019). Kegiatan itu untuk mengenang kembali empat mahasiswa Universitas Trisakti yang meninggal karena tertembak saat melakukan aksi memperjuangkan reformasi pada Mei 1998. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Tangan kanannya tak lagi sempurna. Bekas luka bakar 21 tahun silam masih jelas di sekujur tubuhnya. Terlepas dari kekurangan fisiknya, Iwan Firman masih tetap bersemangat mengikuti aksi tabur bunga bersama para keluarga korban kerusuhan Mei 1998, dampak dari tuntutan mahasiswa yang meminta Soeharto mundur sebagai presiden setelah 32 tahun berkuasa.

Iwan (60) juga merupakan salah satu korban kerusuhan. Saat kerusuhan berlangsung, dia tengah berada di kawasan Senen, Jakarta Pusat.

Saat itu dia didatangi orang tak dikenal yang dia masih ingat ciri-cirinya. Dia kemudian dipukul dan dibakar hidup-hidup setelah disiram bensin yang ditumpahkan dari motornya.

2. HEADLINE: Wacana Reshuffle Kabinet Jokowi, Siapa Menteri yang Bakal Dicopot?

Presiden Jokowi saat akan memimpin Rapat Terbatas Evaluasi Proyek Strategis Nasional, Jakarta, Senin (16/4). Jokowi mengatakan proyek strategis nasional yang mulai dikerjakan pada 2018 agar segera dieksekusi. (Uri.co.id/Angga Yuniar)

Wacana reshuffle kabinet Jokowi kembali berembus. Sejumlah menteri dikabarkan dalam posisi tidak aman dan berpotensi tergusur dari jajaran menteri Kabinet Kerja.

Pemicunya diduga adalah kasus hukum yang membelit mereka. Sejumlah menteri tersebut tengah berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus hukum di lembaganya masing-masing.

Setidaknya ada tiga menteri Kabinet Kerja saat ini yang dimintai keterangan oleh KPK.

Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi Sapto Pribowo menyatakan, reshuffle sangat mungkin dilakukan dan bisa kapan saja.

“Begitu dia (menteri) jadi tersangka pasti langsung di-reshuffle,” tukas Johan Budi kepada Uri.co.id, Senin (13/5/2019).

3. Sinyal Reshuffle Kabinet Jokowi Menguat

Banner Infografis Sinyal Reshuffle Kabinet Jokowi Menguat. (Uri.co.id/Triyasni)

Kabar rencana perombakan atau reshuffle Kabinet Kerja berembus kencang dalam sepekan terakhir. Wacana tersebut mencuat setelah tiga menteri terseret pusaran kasus hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi bahkan disebut-sebut akan merombak atau reshuffle kabinetsebelum 20 Oktober 2019. Kendati demikian, pergantian menteri adalah hak prerogatif Jokowi selaku presiden.

Siapa saja menteri yang terseret pusaran kasus hukum, sehingga terancam terkena reshuffle kabinet? Bagaimana tanggapan kalangan Istana?

* Ikuti perkembangan Real Count Pilpres 2019 yang dihitung KPU

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!