Ketua F-PDIP Bali Mengaku Tak Ajak Duel tapi Dipukul 2 Kali di Pelipis

oleh

Jakarta – Ketua Fraksi PDIP DPRD Kadek Diana (50) dipukuli oleh anggotanya, I Dewa Nyoman Rai (50). Pemukulan itu terjadi sebelum sidang paripurna DPRD Bali digelar. Bagaimana uraian peristiwanya?

Peristiwa pemukulan itu terjadi pukul 10.00 Wita di ruang sidang DPRD Provinsi Bali, Jl Dr Kusuma Atmaja, Denpasar, Bali, Selasa (14/5/2019). Pemukulan itu terjadi sebelum rapat paripurna penyampaian pendapat Gubernur Bali terhadap Raperda Pertanian Organik dan Perda perubahan pajak daerah.

Kadek mengaku sedang berbincang-bincang bersama sepuluh rekannya sesama anggota DPRD. Saat asyik berbicara itu, dia tiba-tiba mendapat bogem mentah di bagian pelipis.
“Duduk saya menghadap ke utara. Tiba-tiba saya merasakan pelipis saya ada yang memukul dengan sangat keras. Kemudian saya awalnya duduk dan bangun, begitu menoleh ada Dewa Rai. Dipukul dua kali di pelipis,” urai Kadek.

Kadek mengaku tak punya masalah dengan Dewa Rai, yang juga sesama politikus PDIP. Dia juga merasa tak pernah menantang duel Dewa Rai.

Dalam laporan ke polisi disebut Dewa Rai mengatakan ‘kone dot mejaguran, mai mejaguran‘ (katanya ingin berkelahi, ayo berkelahi). Pertanyaan itu lalu dijawab Kadek ‘nyen kal orahang dot mejaguran‘ (siapa yang ingin berkelahi).

Akibat pemukulan itu, Kadek mengalami luka dan mendapat lima jahitan di pelipis kirinya. Dia lalu melaporkan ke polisi terkait pemukulan itu.
Sementara itu, sekitar satu bulan yang lalu Dewa Rai mengaku ditantang oleh Kadek saat percakapan di grup Fraksi PDI-P Bali. Dewa Rai mengaku memukuli Kadek karena emosional.

“Saya secara pribadi minta maaf kepada partai, seolah-olah saya berbuat melecehkan partai, karena dia ketua fraksi, jangan lakukan hal seperti itu secara etika. Masa nantang? Ada bukti WhatsApp tantangan dia, yang jelas itu spontanitas. Saya minta maaf sama partai, kedua kepada publik, nggak ada sama sekali perencanaan, kalau rencana mungkin roboh dia,” urai Dewa Rai.
Dewa Rai meminta maaf kepada partai dan masyarakat. Dia pun tak mempermasalahkan soal laporan polisi ke dirinya.

“Oh, nggak masalah, yang penting ini negara hukum, tapi yang jelas kami lihat partai anggaplah saya menyadari saya salah. Namanya spontanitas, tak direncanakan, begitu melihat dia, timbul rasa ini dia yang menantang saya,” ujar anggota Komisi I DPRD Bali itu.

Peristiwa pemukulan itu dilaporkan ke Ditreskrimum Polda Bali dengan nomor LP/196/V/2019/BALI/SPKT. Dewa Rai dilaporkan dengan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!