Identitas Mayat Terbakar di Mojokerto Terungkap

oleh

Mojokerto – Identitas yang ditemukan warga di hutan kayu putih Kabupaten Mojokerto akhirnya terungkap. Korban seorang pengusaha rongsokan.

“Labfor dan tim forensik telah mengungkap identitas korban atas nama Eko Yuswanto (32),” kata Kapolres Mojokerto Kota AKBP Sigit Dany Setiyono kepada wartawan di kantornya Jalan Bhayangkara, Selasa (14/5/2019).

Eko Yuswanto merupakan warga Dusun Temenggungan, RT 2 RW 5, Desa Kejagan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Menurut Sigit, istri korban juga telah didatangkan ke RS Bhayangkara untuk mengenali korban secara langsung, Senin (13/5) malam.”Istri korban sudah kami datangkan untuk mengenali di RS Bhayangkara. Hasil pencocokan identitas yang diperoleh tim labfor dikuatkan istri korban yang melihat langsung jenazah,” terangnya.

Kendati begitu, tambah Sigit, hari ini istri dan dua anak korban kembali dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim untuk menjalani tes DNA. “Untuk memastikannya lagi dilakukan tes DNA,” tegasnya.

Kakak Ipar korban Hidayatik (32) menjelaskan, Eko Yuswanto merupakan pengusaha rongsokan skala kecil. Dia mengambil rongsokan dengan pikap ke sejumlah daerah untuk dipilah di rumahnya. Saat ini Eko mempunyai 4 orang tenaga pilah di rumahnya.

Hidayatik membenarkan kemarin malam polisi menjemput istri korban diajak ke RS Bhayangkara Polda Jatim untuk mengenali jenazah Eko Yuswanto. “Cerita istrinya dia mengenali Eko dari giginya ada yang gingsul, alis sebelah kiri ada bekas luka, serta dari kumisnya,” ungkapnya.Hidayatik menambahkan, pagi tadi sekitar pukul 06.30 WIB, istri dan kedua anak korban kembali dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim untuk menjalani tes DNA. “Katanya untuk tes DNA, istri dan kedua anaknya diajak. Ditemani Kepala Dusun Temenggungan,” lanjutnya.

ini pertama kali ditemukan Partono (58) di hutan kayu putih Dusun Manyarsari, Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong Senin (13/5) sekitar pukul 07.15 WIB. Saat itu, buruh tani warga Dusun Manyarsari itu sedang bekerja menanam jagung. Penggarap lahan adalah Tegas (50), juga warga Dusun Manyarsari.

Kondisi mayat tengkurap dengan kepala menghadap ke selatan. Jaraknya hanya sekitar 3 meter dari jalan cor yang menghubungkan permukiman penduduk Manyarsari dengan jalur Mojokerto-Gresik. Dari permukiman penduduk sendiri, jarak penemuan mayat sekitar 1 km.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!