PMI Ponorogo Kekurangan Stok Darah Hingga 80 Persen Saat Puasa

oleh

Ponorogo – Selama bulan Ramadhan, PMI Ponorogo keluhkan kekurangan stok darah. Pasalnya, para pendonor tidak melakukan donor darah.

Jika biasanya stok darah selama satu bulan sebanyak 1.400 kantong. Mulai tanggal 1-13 Mei ini baru terkumpul 264 kantong darah saja. Tidak hanya stok darah, stok trombosit pun menipis. Bahkan per hari ini hanya ada 4 kantong trombosit di PMI.

“Kemungkinan memasuki bulan Ramadhan banyak yang puasa, kita harus selektif mencari pendonor yang benar-benar sehat mulai dari tensi dan Hb-nya,” tutur Kabag Pelayanan PMI Ponorogo Sunarmi saat ditemui di kantornya, Jalan dr Soetomo, Selasa (14/5/2019).

Sebab, pengaruh puasa membuat tensi maupun tingkat Hb seseorang tidak stabil. Jika tensi darah terlalu rendah ataupun tinggi bisa berpengnaruh terhadap kesehatan pendonor.

“Kita harus mencari pendonor yang sehat, terutama tensi dan Hb-nya,” terangnya.Sunarmi menambahkan faktor lain penyebab kurangnya pendonor karena saat ini musim liburan sekolah. Sehingga banyak anak sekolah yang tidak melakukan donor darah.

“Dari 1.400 pendonor tiap bulan, saat ini hanya 300 kantong saja. Jadi turun sampai 80 persen,” tambahnya.

Namun pihaknya juga membuka stand-stand donor darah di Alun-Alun Ponorogo, Masjid, Ponorogo City Center dan Luwes untuk bisa menambah stok darah.

“Kami juga kerjasama dengan karang taruna di kota untuk penambahan stok darah,” jelasnya.

Bahkan tak jarang, jika ada pasien yang membutuhkan darah maupun trombosit sedang stok PMI kosong pihaknya pun meminta keluarga pasien untuk donor darah.

“Apalagi pas KLB DB tempo hari, kami sering meminta keluarga pasien untuk donor,” paparnya.

Sunarmi memprediksi kekurangan stok darah ini bakal berlangsung hingga 3 minggu pasca lebaran Idul Fitri.

“Biasanya pas 3 minggu setelah lebaran baru normal kembali pasokan darahnya,” pungkasnya

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!