Soal Anak Muda Jadi Menteri Jokowi, NasDem Ngaku Punya Banyak Stok

oleh

Jakarta – Muncul wacana menteri di kabinet Joko Widodo (Jokowi) diisi anak-anak muda berumur 20 tahun dan ke atas. Partai NasDem mengaku punya banyak stok. Apa maksudnya?

Anggota Dewan Pakar NasDem Teuku Taufiqulhadi mengaku setuju dengan usulan bahwa kabinet Jokowi diisi tokoh muda. Meski demikian, dia mengatakan generasi muda yang akan mengisi pos menteri sebaiknya yang mempunyai legitimasi politik.

“Hanya saja mungkin bukan anak muda, tapi tepatnya disebut generasi muda. Di negara yang menganut sistem parlementer, lebih mudah mencari tokoh muda untuk jadi anggota kabinet. Mereka yang terpilih sebagai anggota parlemen biasanya diusulkan jadi menteri,” kata Taufiqulhadi saat dimintai konfirmasi, Senin (13/5/2019) malam.

“Misalnya untuk Menteri Pemuda, biasanya. Seperti di Malaysia. Kriterianya pasti selain cerdas, harus ada legitimasi politik. Jadi tidak bisa dari antah-berantah tiba-tiba jadi menteri,” ucap dia.

Bagaimana di Indonesia? Taufiqulhadi mengaku melihat banyak generasi muda di parlemen.

“Mereka bisa menjadi bagian materi-menteri karena selain sudah berpengalaman dalam pemerintahan dan organisasi, juga ada legitimasi secara politik,” tutur Taufiqulhadi.

Di Indonesia, kata Taufiqulhadi, jabatan menteri merupakan jabatan politik, itu patokannya. Dia memandang jabatan menteri merupakan hak kader partai politik.

“Selalulah jadi patokan kita, sesungguhnya, walau dengan kekecualian, jabatan menteri itu adalah jabatan politik. Karena jabatan politik, sejatinya jabatan menteri itu adalah hak kader-kader partai politik. Jika ada anak-anak muda berbakat atau tokoh-tokoh cerdas, bergabunglah dalam partai politik. Partai politik akan mendorongnya nanti menjadi pemimpin bangsa,” ucapnya.

Saat ditanya apakah NasDem punya stok menteri generasi muda, Taufiqulhadi mengiyakan. “Banyak sekali. Semua ada,” sebut dia.

Taufiqulhadi enggan menyebutkan nama-nama calon menteri dari NasDem. Yang pasti, katanya, Ketum NasDem Surya Paloh sudah menggenggam nama-nama khusus.

“Nama-nama khusus yang telah dipersiapkan ada di tangan ketum,” ucap Taufiqulhadi.

Wacana menteri berusia muda ini diungkapkan oleh Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf. Pembicaraan itu muncul dalam pembahasan kabinet yang pernah dilakukan.

“Wacana yang berkembang adalah menteri yang berumur di kisaran 20 tahunan ke atas gitu ya. Ini tentu menjadi hak presiden. Tetapi wacana ini muncul atau didorong dari keinginan akomodasi terhadap milenial,” ujar Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding, kepada wartawan, Senin (13/5).

“BPIP Minta Jokowi Bentuk Kabinet Zaken”:

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!