Diperiksa Polisi, Eggi Sudjana Minta Keadilan Jokowi Agar Tidak Ditahan

oleh

Uri.co.id, Jakarta – Tersangka kasus dugaan makar, meminta kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi agar menunjukan keadilan atas kasus yang menjerat dirinya. Sebab, ia mengklaim kalau pidato dirinya soal ‘people power’ bukan bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan yang sah.

“Jokowi bisa perintahkan kepada Kapolri (Jenderal Tito Karnavian) untuk tidak ditahan, kalau dia (Jokowi) berdemokrasi yang benar,” ujar saat memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai tersangka dugaan makar di Polda Metro Jaya, Senin (13/5/2019).

Caleg Partai Amanat Nasional (PAN) ini menilai kasus yang menjerat dirinya sebagai bentuk kriminalisasi.

“Kalau hari ini tidak ditahan ya alhamdulilah, kalau ditahan ya kriminalisasi terjadi. (Polisi) tidak profesional, tidak terpercaya, tidak modern,” ucap Eggi.

Lebih lanjut, Eggi menegaskan bahwa dirinya tidak melanggar pasal makar. Sebab, gerakan people power yang ia ucapakan merujuk pada tuntutan diskualifikasi Jokowi sebagai capres pada Pilpres 2019, bukan sebagai Presiden Republik Indonesia.

“Tuduhan 107 (KUHP) itu kaitannya dengan Presiden kan keliru itu. Salah konstruksi hukumnya, amat sangat salah. Saya sangat baik kepada polisi, cuman saya aneh aja kok seperti tidak mehami konstruksi hukum,” katanya menjelaskan.

“Jadi dalam pengertian itu, kita tidak ada permufakatan apapun. Sebelumnya lagi ada yang bilang people power itu bapak Amien Rais, tokoh reformasi. Kok nggak apa-apa, biasa aja,” pungkas .

* Ikuti perkembangan Real Count Pilpres 2019 yang dihitung KPU

2 Laporan untuk Eggi

Pengacara sekaligus Penasihat Presidium Alumni 212 Eggi Sudjana saat mendatangi Bareskrim Polri. (Uri.co.id/M Radityo Priyasmoro)

Sebelumnya, seorang relawan Jokowi-Ma’ruf Center (Pro Jomac) Supriyanto, melaporkan Eggi Sudjana ke Bareskrim Polri atas tuduhan penghasutan. Laporan tersebut diterima polisi dengan nomor laporan nomor: LP/B/0391/IV/2019/BARESKRIM tertanggal 19 April 2019.

Perkara yang dilaporkan adalah Tindak Pidana Pengaduan Palsu sebagaimana Pasal 220 KUHP dan Pencemaran Nama Baik sebagaimana Pasal 310 KUHP.

Tak hanya itu, Eggi juga dilaporkan seorang wanita bernama Dewi Tanjung ke Polda Metro Jaya pada Rabu 24 April lalu. Dalam laporan itu, Eggi diduga berencana melakukan makar terkait seruan people power yang disampaikan melalui pidatonya.

Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/2424/IV/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus. Tindakan pidana yang dilaporkan adalah dugaan pemufakatan jahat atau makar.

Reporter: Ronald

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!