Ada Ancaman ‘Penggal Jokowi’, Hendropriyono Sedih dan Prihatin

oleh

Jakarta – Eks Kepala BIN mengaku prihatin atas seruan ancaman memenggal kepala Presiden yang dinyatakan Hermawan Susanto (27). Ia mempertanyakan mentalitas masyarakat saat ini.

“Saya pribadi sedih saja dan prihatin. Karena kan kalau seperti ini kan 20 tahun lagi dia akan duduk di kepemimpinan nasional. Yang sekarang masih di tahap masyarakat lapis demi lapis. Kalau kaya begini mentalitasnya, mau dibawa ke mana bangsa kita,” kata Hendropriyono di Jl Widya Chandra, Jakarta, Senin (13/5/2019).
Menurut dia, ucapan Hermawan itu sangat tidak pantas disampaikan kepada presiden. Ia pun mengingatkan para orang tua agar senantiasa mengajarkan hal-hal baik kepada generasi penerus.

“Apalagi yang diarahkan ke Presiden. Bilang dipenggal meski tidak dipenggal beneran. Tapi itu tidak senonoh untuk seorang anak, apalagi yang telah berusia 27 tahun,” ujarnya.

Hermawan sebelumnya dicari polisi setelah videonya tersebar di media sosial. Dalam video itu, Hermawan mengenakan topi dan mengancam akan memenggal kepala Jokowi.
Video itu diambil saat Hermawan mengikuti demo di depan kantor Bawaslu, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, pada Jumat (10/5) lalu. Video tersebut kemudian viral. Atas dasar video tersebut, polisi kemudian melakukan penyelidikan. Tim Subdit Jatanras yang dipimpin oleh AKBP Jerry R Siagian kemudian berhasil menemukan Hermawan di Parung, Bogor.

Hermawan mengaku emosional sehingga mengucapkan kata yang tidak sepantasnya. “Di situ saya emosional, saya ngakuin salah,” kata Hermawan dalam sebuah video.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!