Tokoh Agama Probolinggo: People Power Kurang Tepat, Jangan Ikut-ikutan

oleh

Probolinggo – MUI Kabupaten Probolinggo bersikap soal ramainya isu ‘people power’. MUI Kabupaten Probolinggo tidak setuju dan menolak aksi people power.

Penolakan aksi people power tersebut disampaikan Seketaris MUI Kabupaten Probolinggo, M Yasin. Yasin mengimbau seluruh umat muslim khususnya di Kabupaten Probolinggo untuk bisa menjaga keamanan dan jangan sampai terpengaruh dengan hal yang melawan hukum.

“Mengenai people power, itu kurang tepat dan membuat situasi dan kondisi bangsa tidak harmonis, dan bisa menimbulkan permasalahan di negeri ini,” ujar Yasin, Senin (13/5/2019).”Saya berharap masyarakat di Kabupaten Probolinggo tidak pengaruh dengan isu aksi-aksi yang bisa memecah belah umat, dan membuat kondisi keamanan di negeri tercinta ini kacau, apalagi akan ada aksi people power. Jangan ikut-ikutan, mending kita hargai keputusan penyelenggara Pemilu 2019, dan kita doakan siapapun pemimpinnya bisa lebih baik,” kata Yasin.

Yasin menegaskan people power juga dinilai menjadi ancaman keutuhan kedaulatan NKRI sehingga tidak perlu dilakukan.

Hal senada juga dikatakan polisi. Polisi berharap warga lebih cerdas menerima isu-isu dan ajakan yang tidak jelas, dan bisa menilai mana yang baik dan mana yang buruk.”Kami harap warga bisa lebih cerdas. Bisa menilai mana yang baik dan buruk. Serta tidak menerima ajakan tak jelas,” kata Kapolres Kabupaten Probolinggo AKBP Edwwi Kurniyanto .

Eddwi mengatakan akan selalu siap menjaga kondusifitas dan keamanan, dan tidak akan menolerir aksi yang akan merusak keutuhan NKRI, dan berharap warga bijak menyaring isu hoaks dan ajakan yang tidak penting. pusat, akan dilakukan pada tanggal 22 Mei 2019.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!