Peringatan Tragedi Bom Surabaya Dipusatkan di Gereja SMTB

oleh

Surabaya – Tepat setahun yang lalu terjadi teror . Yakni di Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB), Gereja Pantekosta Pusat Surabaya, dan Gereja Kristen Indonesia (GKI).

Di Gereja Pantekosta yang berada di Jalan Arjuno, kala itu bom mobil meledak di pintu pagar tempat ibadah tersebut. Kerasnya ledakan merusak pintu dan puluhan motor yang terparkir di depan gereja hangus terbakar.

Kini Gereja Pantekosta sudah kembali normal. Pagar yang rusak sudah diperbaiki. Namun pintu itu kini tertutup rapat dan hanya digunakan pada hari-hari tertentu saja.

“Proses perbaikan waktu itu membutuhkan waktu 6 bulan lebih. Karena harus segera digunakan untuk ibadah. Untuk pintunya ditutup. Hanya ketika ada acara kebaktian kembali dibuka,” kata Staf Gereja Pantekosta Pusat Surabaya Agnes Permana saat ditemui di kantor sekretariat gereja, Senin(13/4/2019).

Terkait satu tahun bom Surabaya, pihak gereja mengaku tidak mempersiapkan acara khusus. Sebab semua kegiatan akan dipusatkan di Gereja SMTB di Ngagel, Surabaya.

Pada 13 Mei 2018, aksi teror bom Surabaya pertama terjadi di Gereja SMTB. Ledakan bom di depan gereja tersebut menewaskan 6 korban jiwa.

“Tidak ada persiapan khusus, kita tidak menggelar kegiatan. Nanti kabarnya acaranya dipusatkan di Gereja Katolik Ngagel,” imbuh Agnes.

Sama seperti di Gereja Pantekosta, GKI juga tidak menyiapkan acara khusus untuk mengenang tragedi mengerikan itu. Pihak GKI dan Gereja Pantekosta akan mengikuti acara misa kudus SMTB pada pukul 19.00 WIB.

Selain misa kudus, akan ada beberapa seni pertunjukan yang disuguhkan. Termasuk kesenian hadrah yang identik dengan umat Muslim. Kemudian acara mengenang itu juga akan ditutup dengan doa bersama tokoh lintas agama.

‘Buka Puasa Bersama di Gereja Katedral’:

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!