Berbagai Olahraga yang Jadi Pilihan Para Miliarder Dunia

oleh

Uri.co.id, Jakarta – Sebagian orang mungkin berpikir jika hobi seorang adalah menghitung angka nol di rekening bank. Namun hal itu ternyata tidak benar.

dikutip dari laman CNBC, Minggu (12/5/2019), menurut Billionaire Cencus yang dilakukan oleh Wealth-X menunjukkan sebanyak 64,7 persen miliarder dengan kekayaan bersih mencapai USD 5 miliar atau Rp 71,6 triliun (Kurs USD 1 = Rp 14.320) memiliki hobi filantropi.

Namun ternyata, miliarder juga memiliki hobi lain selain filantropi. Dari data yang sama menunjukkan jika sebanyak 53,6 persen miliarder dengan kekayaan mencapai lebih dari USD 5 miliar, dam 42 persen miliarder dengan kekayaan mulai dari USD 1 miliar hingga USD 5 miliar memilih olah raga sebagai hobi kedua setelah filantropi.

Lalu olahraga jenis apakah yang disukai oleh para miliarder ini?

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Wealh-X sejak 1 Januari hingga 31 Desember 2018, menemukan bahwa secara keseluruhan atau sebanyak 55,1 persen miliarder lebih memilih golf sebagai olahraga favorit mereka.

Selain golf, ternyata olahraga lain yang dipilih oleh para miliarder ini adalah sepak bola. Sebanyak 49,8 persen miliarder memilih sepak bola menjadi olahraga favorit kedua setelah golf.

Sementara itu, posisi ke tiga atau sebanyak 37,4 persen miliarder memilih ski sebagai jenis olahraga lainnya yang para miliarder pilih.

Tidak hanya itu saja, ternyata tenis juga menjadi salah satu jenis olahraga yang dipilih oleh banyak miliarder dunia.

Sementara jenis olahraga yang paling tidak populer di kalangan miliarder yaitu, kriket, balap mobil dan bersepeda.

Sejumlah Miliarder Thailand Harus Rela Hartanya Berkurang Akibat Pemilu

Ilustrasi miliarder (iStock)

Meskipun sebelumnya jumlah kekayaan para miliarder Thailand mengalami kenaikan yang cukup baik, namun sayangnya tahun ini mereka harus rela jumlah kekayaannya menurun.

Dikutip dari laman Forbes, Sabtu (11/5/2019), hal ini terjadi akibat dari ketidakpastian menjelang pemilu dan ekonomi yang melambat sehingga menyebabkan melemahnya mata uang Baht. Inilah yang menjadi pemicu menurunnya indeks saham para miliarder sekitar 7 persen.

Jumlah kekayaan gabungan dari para listess tahun ini sedikit lebih rendah yaitu USD 160,5 miliar yang sebelumnya mencapai USD 162,5 miliar.

Ternyata penurunan kekayaan ini juga dialami oleh orang terkaya nomor empat di Thailand. Namun, posisi pertama masih berhasil diduduki oleh Chearavanont bersaudara, pemilik Charoen Pokphand dengan kekayaan mencapai USD 29,5 miliar.

Sayangnya, Dhanin Chearavanont telah mengundurkan diri sebagai Chairman Charoen Pokphand Food setelah menjabat selama 25 tahun pada April lalu.

Meskipun sebagian miliarder mengalami penurunan, namun hal naas ini tidak dialami oleh Sarath Ratanavadi. Jumlah kekayaannya tahun ini malah melonjak mencapai USD 1,8 miliar.

Tidak hanya itu saja, nilai sahamnya pun mengalami peningkatan sebanyak 57 persen dalam kurun waktu 12 bulan terakhir akibat dari berhasilnya proyek-proyek pembangkit listrik baru.

Pendapatan perusahaannya pada 2018 ini juga telah naik dua kali lipat menjadi USD 628 juta.

Tidak hanya Sarath saja, ternyata masih ada miliarder lainnya yang mengalami keberuntungan yang sama salah satunya Osathanugrah. Ia mendapatkan kekayaannya berkat perusahaan minuman energi miliknya, Osotspa yang telah berusia 128 tahun.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!