Gerak Cepat Polisi Ringkus Pria yang Ancam Penggal Jokowi

oleh

Jakarta – bergegas menyambangi salah satu rumah di Metro, Parung, Bogor. Seorang yang berada di dalam rumah itu kemudian dibawa petugas kepolisian tersebut karena diduga telah orang nomor satu di negeri ini yaitu Joko Widodo (Jokowi).

Pria yang dijemput polisi itu belakangan diketahui bernama Hermawan Susanto. Sosoknya viral melalui video yang tersebar di media sosial. Di dalam video itu, Hermawan mengancam akan memenggal kepala Jokowi.

Menanggapi video itu, relawan Jokowi Mania atau Joman menyambangi Polda Metro Jaya. Ketua Umum Joman, Immanuel Ebenezer, melaporkan Hermawan.

“(Melaporkan) orang yang melakukan ancaman yang menurut kita mengerikan dan menakutkan. Kejadiannya di Bawaslu,” kata Immanuel pada Sabtu, 11 Mei kemarin.

Tak butuh waktu lama, polisi meringkus Hermawan keesokan harinya yaitu pada Minggu, 12 Mei 2019. Seperti apa kisahnya?

Setelah laporan polisi itu dibuat, tim dari Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya bergerak. Pada pukul 08.00 WIB di hari Minggu tersebut, Hermawan dijemput.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menyebut Hermawan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Jeratan hukum yang dikenakan pada Hermawan disebut Argo yaitu terkait makar.

“Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah melakukan penangkapan terhadap pelaku tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara dan tindak pidana di bidang ITE dengan modus pengancaman pembunuhan terhadap Presiden RI yang sedang viral di media sosial saat sekarang ini sebagaimana dimaksud dalam pasal Pasal 104 KUHP dan Pasal 27 ayat 4 juncto Pasal 45 ayat 1 UU ITE,” ucap Argo.

Pasal 104 KUHP berbunyi:

Makar dengan maksud untuk membunuh, atau merampas kemerdekaan, atau meniadakan kemampuan Presiden atau Wakil Presiden memerintah, diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara sementara paling lama dua puluh tahun.

Sedangkan Pasal 27 ayat 4 berbunyi:

Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan pemerasan dan atau pengancaman.

Perbuatan Hermawan sendiri dilakukannya pada Jumat, 10 Mei 2019, di depan Bawaslu. Pada hari itu memang sekelompok massa berkumpul di depan Bawaslu menyampaikan aspirasi terkait dugaan kecurangan dalam Pemilu 2019.

Sementara itu Argo belum bisa memberikan keterangan lebih detail. Dia mengaku akan menggelar konferensi pers terkait hal ini esok hari, Senin, 13 Mei 2019.

“Masih diperiksa. Besok konpers (konferensi pers),” kata Argo.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!