Komplain Kivlan ‘Dikejar’ Dugaan Makar

oleh

Jakarta – Lewat pengacaranya, menyampaikan komplain soal prosedur pemberian surat panggilan. disebut protes ‘dikejar’ di Bandara Soekarno-Hatta karena surat panggilan dugaan makar.

“Klien saya komplain dan keberatan kepada saya. Klien kami merasa keberatan dan merasa kecewa akibat pihak, oknum kepolisian yang datang menjumpai beliau. Bahkan menyatakan dikejar-kejar seperti layaknya seorang penjahat,” ujar pengacara , Pitra Romadoni Nasution saat hendak melaporkan balik pelapor Kivlan di Bareskrim Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jaksel, Sabtu (11/5/2019).

Pengacara menyebut tak pernah bicara soal makar sebagaimana laporan Jalaludin ke Bareskrim Polri. Karena itu pengacara balik mempolisikan pelapor Kivlan. “Sehingga kita menggunakan hak hukum sebagai warga negara yang bertanggung jawab terhadap statement apa yang disampaikan dan dia tidak merasa melakukan makar. Bahkan dia membuat surat penyataan ditulis tangan bahwa dia tidak menyebarkan berita bohong dan makar,” terang Pitra.

Pelapor, Jalaludin, balik dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan keterangan palsu. Menurut Pitra, kliennya tidak pernah berbicara tentang makar dalam video yang disertakan saat Jalaludin melapor ke Bareskrim. “Perlu diketahui bahwasanya pidato tersebut tidak ada mengandung makar seperti apa yang dituduhkan oleh Saudara Jalaludin tersebut. Akan tetapi, semua yang diucapkan dia berjalan dengan damai seperti aksi unjuk rasa kemarin dan itu massanya cuma 200. Dia ( hanya bicara ‘kalau kita akan merdeka’. Ini kan bisa merdeka pikiran, merdeka dari pendapat, merdeka dari tekanan dan lain-lain. Ini kan multitafsir,” papar Pitra.


Polisi sudah menindaklanjuti laporan Jalaludin dengan memberikan langsung surat panggilan ke saat berada di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (10/5).saat itu hendak terbang ke Batam.

Bareskrim Polri pada Jumat (10/5) juga mengajukan surat pencegahan ke luar negeri terhadap lewat Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM. Belum satu hari, surat pencegahan ke luar negeri untuk dicabut. Alasannya, paspor Kivlan Zen disebut Polri akan habis dalam waktu dekat. Dengan begitu, tidak diizinkan meninggalkan Indonesia ke negara lain

“Penyidik mendapat info bahwa Pak KZ akan kooperatif hadir memenuhi panggilan penyidik. Oleh karena itu penyidik memandang tidak perlu melakukan pencekalan lagi,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!