Keluarga Petugas KPPS: Hentikan Polemik Visum dan Kecurigaan!

oleh

Cianjur – Keluarga almarhum (46), ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) 31 asal Kampung Pasarean, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur, Jawa Barat, menolak adanya permintaan visum atau pemeriksaan jasad keluarga yang meninggal dunia.

Yuniar Fitriani (34), adik Hamim, menyebut penolakan itu berdasar pada sikap keluarga yang menerima kejadian tersebut sebagai takdir. Keluarga Hamim tak mau persoalan ini diributkan dengan wacana dari pihak-pihak yang menginginkan visum.

“Kalau mau mengadakan visum kan harus dibongkar lagi, apa mereka yang meminta (visum) tidak berpikir beban mental keluarga terutama istrinya? Keluarga sudah menerima ini sebagai takdir, walau pun pemicunya masalah Pemilu. Ini sudah takdir jalan kami,” kata Yuniar kepada melalui sambungan telepon, Sabtu (11/5/2019).

“Kalau memang ini sebetulnya sudah jalannya seperti ini, ya sudah jangan diributin lagi dengan masalah tidak percaya dengan adanya kematian seperti itu,” tuturnya.

Keluarga sudah ikhlas, jangan ditambah-tambahi lagi jadi beban kami.Yuniar Fitriani

Yuniar mengatakan permintaan visum itu seolah-olah meragukan jasa petugas KPPS yang gugur dalam mengawal Pemilu 2019. “Bukan kami saja, mungkin keluarga yang lain yang sudah merasa tenang sudah dimakamkan, sekarang harus dibongkar kembali untuk melakukan visum,” ucapnya.

Ia merasa miris dengan jumlah petugas KPPS yang meninggal dunia mencapai ratusan orang. Menurutnya, daripada wacana visum, lebih baik sistem pelaksanaan Pemilu mendatang diperbaiki.

“Hentikan polemik visum dan kecurigaan. Keluarga sudah ikhlas, jangan ditambah-tambahi lagi jadi beban kami. Terkait katanya ada diracun dan lain sebagainya, saya yakin tidak ada. Ini kan di antara warga tetangga saling kenal, enggak mungkin mencurigai hal seperti itu. Kematian kakak saya pemicunya kelelahan, tidak ada hal lain,” ujar Yuniar mengungkapkan.

Keluarga Petugas KPPS: Kematian Sudah Takdir, Hentikan Polemik Visum!Hamim Herdiansyah semasa hidup. (Foto: Syahdan Alamsyah/)

Di ujung telepon, suara Yuniar terisak. Menurut dia, keinginan pihak yang ingin melakukan visum kepada petugas KPPS meninggal telah mengusik ketenangan keluarga yang ditinggalkan.

“Meski kami teriak-teriak, bagaimana pun enggak mungkin mengembalikan almarhum. Kita sudah tenang, sudah ikhlas ditinggalkan almarhum. Ya bagaimana kalau dengar seperti ini, ya shock juga ada berita ini itu,” tutur Yuniar.

Permintaan visum diutarakan Capres Prabowo Subianto. Ia ingin peristiwa meninggalnya ratusan petugas KPPS diusut tuntas. Prabowo menyarankan visum terhadap jasad anggota KPPS.

“Kami berbela sungkawa dan kami mohon pihak yang berwajib untuk menyelesaikan dan mengusut hal ini sehingga jelas bagi semua unsur apa yang terjadi sebenarnya,” kata Prabowo di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (8/5).

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!