Begini Persiapan Pasar Murah Yayasan Hati Suci

oleh

Uri.co.id, Jakarta Yayasan Hati Suci menggelar pasar murah untuk ke-19 kalinya. Sebelum acara digelar pada Minggu 12 Mei 2019, Yayasan Hati Suci sudah rutin melakukan persiapan Pasar Murah.

“Kami sudah persiapan sortir pakaian dan lainnya sejak dua minggu sebelumnya. Dibantu oleh anak-anak panti asuhan sepulang sekolah,” ujar Direktur Panti Asuhan Hati Suci, Maria Francisca Setiati, Sabtu (11/5).

Meski persiapan sudah dilakukan jauh-jauh hari, namun masih ada beberapa hal yang perlu dirapikan lagi. Misalnya seperti persiapan hari ini, di mana masih ada ratusan dus berisi sembako dan kebutuhan harian, serta puluhan karung yang isinya pakaian layak pakai.

Para relawan, alumni dan anak Panti Asuhan Hati Suci.

Ya, semua tumpukan dus dan karung itu masih harus dipindahkan ke ‘gudang’ pasar murah. Namun tumpukan itu bukan kendala bagi Yayasan Hati Suci selaku penggelar acara pasar murah.

Itu karena ada puluhan orang yang membantu persiapan pasar murah. Mereka adalah anak panti asuhan yang berjumlah 35 orang, relawan, dan alumni panti asuhan. Untuk hari ini, mereka sudah datang dari jam delapan pagi.

Lewat arahan Fransisca dan Martha selaku pembina anak-anak panti, satu per satu semua barang-barang yang akan dijual di pasar murah dipindahkan ke ‘gudang’.

Menariknya ratusan dus yang ada, dipindahkan cepat dengan cara estafet. Semua dilakukan dengan bergotong royong. Namun ternyata di balik persiapan ini, ada makna tersembunyi yang siap membentuk mereka.

Para relawan, alumni dan anak Panti Asuhan Hati Suci.

“Saya lihat, mereka memang happy dalam membantu persiapan ini. Namun sebenarnya dengan persiapan ini ada pelajaran buat mereka, yaitu agar mereka tidak memikirkan diri sendiri. Mereka harus belajar saling membantu dan ini adalah salah satu pendidikan dan pembelajaran untuk hidup mereka,” jelas Fransisca.

Terlepas dari hal tersebut, diketahui bahwa Yayasan Hati Suci menggelar pasar murah dengan menyiapkan 2.500 sembako. Ada juga pakaian layak pakai yang akan dijual dengan harga Rp10 ribu untuk tiga potong busana. Belum lagi tas, mainan anak, dan sprei, hordeng, hingga sandal.

Nantinya hasil penjualan pasar murah, seperti dijelaskan Fransisca akan digunakan untuk keperluan pendidikan anak panti asuhan. “Dana yang didapatkan akan dialokasikan ke pendidikan kuliah anak panti asuhan. Kami ingin meningkatkan taraf hidup mereka dengan melanjurkan pendidikan ke perguruan tinggi. Minimal D1 sampai ke S1.”

Untuk diketahui, saat ini Panti Asuhan Hati Suci mendidik 46 orang anak yang duduk di bangku, SD, SMP, dan SMA. Di luar jumlah itu ada 15 anak yang sudah lulus perguruan tinggi, enam orang sedang kuliah. Tahun ini disebutkan Fransica ada tujuh anak yang rencananya masuk ke perguruan tinggi.

“Dengan pasar murah ini, kami ingin menghimpun dana untuk beasiswa mereka. Kami hanya ingin mereka ke luar dari panti asuhan tak terbatas dengan profesi pekerjaan. Kami juga ingin mereka bersosialisasi, dan taraf hidupnya meningkat,” jelas Fransisca lagi.

(*)

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!