CEO Persija Tak Akan Beri Toleransi Lagi untuk Marko Simic

oleh

Jakarta Striker Jakarta, Marko Simic harus mengubah sikapnya mulai sekarang. Soalnya, Simic sudah mendapatkan peringatan terakhir dari Persija.

Simic baru kembali dari Australia setelah terlibat kasus dugaan pelecehan seksual, Kamis (9/5/2019). Hampir tiga bulan Simic berada di Negeri Kanguru. Selama kehilangan pemain asal Kroasia itu, lini depan Persija tumpul bak macan ompong.

Chief Executive Officer (CEO) , Ferry Paulus tidak akan memberikan toleransi lagi untuk kelakuan Simic. Pasalnya, bukan kali ini saja Simic berperilaku negatif. Medio Juni 2018, Simic juga diduga melecehkan penyanyi dangdut Indonesia, Via Vallen.

“Ini adalah peringatan terakhir untuk Simic karena memang kami tidak boleh melihat ke belakang dan harus melihat ke depan. Namun, ini juga harus menjadi koreksi bagi pemain, agar tidak terjadi lagi,” ujar Ferry kepada wartawan.

Ferry mengaku cukup puas dengan kondisi Simic. Sebab, mantan pemain Melaka United ini terus berlatih selama di Australia. Simic juga mengikuti latihan bersama Persija pada Jumat (10/5/2019) malam WIB di Lapangan PSAU TNI Angkatan Udara, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (10/5/2019).

“Simic baru latihan hari ini, jadi belum tahu staminanya seperti apa. Yang pasti dia terus latihan di Sidney (Australia), tapi memang masih membutuhkan penyesuaian,” kata Ferry.

“Kalau melihat dari komunikasi yang ada, berat badannya ideal. Artinya dia menjaga ya, mungkin di sana tidak banyak aktivitas lain, harusnya tidak ada kendala,” terang CEO itu.

Ulangi Kejayaan

Pemain Persija Jakarta, Marko Simic, melakukan pemansan saat latihan di Lapangan Sutasoma Halim, Jakarta, Jumat (10/5). Latihan ini merupakan persiapan jelang laga Liga 1 Indonesia 2019. (Bola.com/Yoppy Renato)

Sementara itu, Simic ingin mengulang pencapaian prestasi seperti musim lalu. Meski ia juga mengakui tak mudah mewujudkannya.

Simic tampil produktif di musim 2018 lalu. Penyerang berkebangsaan Kroasia itu mencatatkan 45 gol untuk tim ibu kota di semua kompetisi yang diikuti.

11 gol di antaranya dicetak Simic di Piala Presiden. Torehan itu akhirnya menjadikannya sebagai top skor di turnamen pra musim tersebut.

Berlanjut ke Liga 1 musim 2018, Simic berhasil mencetak 17 gol dari 30 penampilannya. Penyerang berusia 31 tahun ini pun jadi pencetak gol terbanyak di Persija, sekaligus membawa tim ibu kota menjadi juara.

Tak hanya di Liga 1, Simic juga moncer di Piala AFC. Dari tujuh pertandingan yang dijalani, pemain yang pernah merumput di Liga Super Malaysia bersama Malaka United ini berhasil mencetak sembilan gol. Sisanya dicetak simic di turnamen Suramadu Cup sama turnamen Boost Fix Super Cup di Malaysia.

Berusaha Keras

Simic pun berhasrat untuk kembali mengulang prestasi tersebut pada musim 2019. Meski diakuinya tidak akan mudah, namun dia akan berusaha keras untuk mewujudkannya.

“Saya jelaskan, saya disini untuk membantu tim dengan gol, assist maupun permainan yang bagus. Saya berharap bisa seperti musim lalu dengan mencetak 45 gol di semua kompetisi. Tapi saya akan melakukan yang terbaik untuk tim, untuk membantu rekan-rekan saya, dan pastinya untuk membawa Persija kembali juara,” ujar Simic, Jumat (10/5).

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!