Imam Besar Istiqlal Ajak Umat Islam Dinginkan Suasana Usai Pemilu Serentak

oleh

Uri.co.id, Jakarta – Imam Besar Masjid Istiqlal mengajak umat Islam sebagai penduduk mayoritas di Indonesia memanfaatkan bulan suci Ramadan untuk mendinginkan suasana pasca-Pemilu Serentak 2019.

mengajak umat Islam memperbanyak ibadah, silaturahim, saling memaafkan, dan menahan diri untuk tidak saling menyakiti. Ia mengimbau kepada elit politik dan tokoh publik untuk tidak mengeluarkan pernyataan yang bisa memanaskan suasana.

“Kita jangan menjadi faktor penyebab situasi semakin keruh, tapi jadilah faktor yang dapat membikin situasi menjadi lebih tenang,” kata seperti dikutip dari Antara, Jumat 10 Mei 2019.

Nasaruddin menganggaap wajar apabila ada riak-riak yang timbul di tengah proses demokrasi. Menurutnya, hal itu adalah bumbu-bumbu demokrasi.

“Lebih baik seperti itu, daripada terlihat suasana yang adem, tapi sebenarnya terlihat mencekam. Kalau itu terjadi, ledakannya bisa seperti di Suriah, Irak, Afghanistan. Tentunya kita tidak ingin seperti itu,” ujarnya.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini mengingatkan bahwa bangsa Indonesia harus lebih fokus untuk membangun negeri ini, juga sumber daya manusianya, agar bisa bersaing dengan negara-negara yang sudah maju lainnya.

“Dan kalau perlu kita bisa melebihi negara-negara lainnya. Karena kita ini kan berobsesi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, yakni negeri yang sangat indah dan penuh dengan pengampunan Tuhan,” kata .

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!