Dinkes Tulungagung Temukan Takjil Mengandung Bahan Kimia Berbahaya

oleh

Tulungagung – Dinas Kesehatan Tulungagung gencar melakukan uji sampel terhadap sejumlah makanan siap saji yang dijajakkan pedagang . Hasilnya ditemukan sejumlah panganan yang mengandung berbahaya.

Dalam uji sampel yang dilakukan , petugas mengambil beberapa contoh makanan yang dijual para pedagang di beberapa sentra takjil di Kelurahan Kepatihan, Ketanon, Jepun dan kawasan sentra kuliner pinggir kali (pinka).

Menurut Kasi Farmasi dan Perbekalan Dinkes Tulungagung, Masduki, mengatakan sampel makanan tersebut selanjutnya dilakukan pengujian melalui tes cepat di laboratorium lapangan. Ini untuk mengetahui apakah ada makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya seperti boraks, rodhamin, formalin serta metanil yellow. “Kegiatan ini merupakan rangkaian dari program intensifikasi pengawasan pangan, kalau sebelumnya di distributor, sekarang ke makanan siap saji,” kata Masduki, Jumat (10/5/2019).

Dari 22 sampel makanan yang diuji, pihaknya menemukan tiga makanan yang positif mengandung bahan kimia berbahaya, yakni dua kerupuk goreng pasir mengandung rodhamin serta satu kerupuk udang yang mengandung boraks.

“Kita akan telusuri siapa pembuatnya nanti akan kami kumpulkan dan dilauikan pembinaan pembinaan. Perlakuannya memang beda dengan distributor, yang lebih ke sanksi, kalau memang rata-rata adalah ibu rumah tangga yang mencoba mencari uang tambahan saja,” jelasnya.

Masduki menambahkan selain melakukan pengujian makanan, pihaknya juga memberikan edukasi kepada para pedagang terkait dengan higienitas dari sistem pengolahan makanan, sehingga produk makanan yang dihasilkan lebih terjamin kualitasnya dan aman dikonsumsi. “Edukasi perilaku higienis terhadap penjual harus didukung sanitasi yang baik, sehingga KLB (kejadian luar biasa) keracunan makanan seperti tahun lalu tidak terjadi lagi,” imbuhnya.

Rencananya, Dinkes Tulungagung akan terus mengintensifkan program pengawasan pangan ke sejumlah wilayah, termasuk kawasan pinggiran. Pihaknya berharap dengan pengawasan tersebut, masyarakat maupun pedagang lebih paham dan tidak menggunakan bahan kimia berbahaya.

“Untuk makanan Yang sudah positif mengandung bahan kimia berbahaya, sesuai amanah Undang-undang harus ditarik dari peredaran dan dimusnahkan,” jelas Masduki.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!