Kejati Banten Jebloskan 3 Terpidana Korupsi Genset RSUD ke Lapas Serang

oleh

Serang – Kejati Serang mengeksekusi tiga terpidana senilai Rp 2,2 miliar pada 2015. Ketiga terpidana itu dijebloskan ke Lapas Serang.

Ketiga terpidana atas nama Sigit Wardojo, yang divonis 1 tahun 4 bulan dan denda Rp 50 juta subsider kurungan 1 bulan. Kedua, terpidana M Adit Hirda Restian selaku staf RSUD Banten, yang divonis 1 tahun dan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan. Terakhir atas nama Endi Suhendi selaku Direktur CV Megah Tekhnik, yang divonis 1 tahun dan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan dan uang pengganti Rp 583 juta.

“Eksekusi dilaksanakan tim Jampidsus Kejati dan Tipidsus Kejari Serang dan selanjutnya terpidana dibawa ke lapas,” ujar Aspidsus Kejati Banten Sekti Anggraini saat dimintai konfirmasi wartawan di Serang, Jumat (10/5/2019).
Ia mengatakan ketiganya diserahterimakan ke Lapas Serang sekitar pukul 17.30 WIB.

Dalam pertimbangan majelis hakim yang dibacakan di Pengadilan Negeri (PN) Serang pada Jumat (3/5), terpidana Sigit selaku Plt Dirut RSUD dan PPK tidak membuat harga perkiraan sendiri (HPS) dan spesifikasi teknis untuk harga genset. Sigit, menurut hakim, juga tidak membuat tim pendukung untuk membuat HPS.
Penyusunan HPS ini kemudian dilakukan terdakwa Endi Suhendi selaku penyedia yang tidak mempunyai kemampuan penyusunan HPS dan tidak berdasarkan penawaran. Hakim menyebut ada penggelembungan harga untuk mendapatkan untung.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!