Bawaslu Investigasi Gesernya Ribuan Suara PPP ke NasDem di Sleman

oleh

Sleman – Bawaslu Kabupaten Sleman menginvestigasi bergesernya 1.508 suara milik PPP ke partai NasDem. Investigasi itu untuk memastikan adanya keterlibatan oknum penyelenggara Pemilu atau tidak.

“Sampai saat ini kita masih dalam proses investigasi, itu untuk mengetahui apakah memang ada sistem error atau ada upaya pergeseran suara yang disengaja dengan melibatkan oknum,” ujar Ketua Bawaslu Kabupaten Sleman, M Abdul Karim Mustofa saat ditemui di ruang Yudhistira Jogja Expo Center (JEC), Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Jumat (10/5/2019).

Terkait adanya indikasi jual beli suara yang melibatkan petugas Pemilu, Karim belum bisa memastikannya. Mengingat saat ini masih dalam proses investigasi.

“Selama investigasi belum selesai kami belum bisa memastikan, tapi kami anggap itu (info jual beli suara yang melibatkan PPK) sebagai informasi awal yang patut kita telusuri sejauh mana. Itu untuk memastikan apakah ada salah input atau ada kesengajaan dari oknum penyelenggara Pemilu baik dari sisi Panwaslu ataupun dari sisi PPK,” ujar Karim.

Selain itu, apabila hasil investigasi membuktikan adanya pelanggaran Pemilu, maka Bawaslu akan memberikan sanksi sesuai peraturan yang berlaku.

“Ini kan masih mendalami apakah itu masuk pidana atau administrasi atau kode etik, itu masih didalami semua. Masuk pelanggaran kode etik jika penyelenggara Pemilu tidak mengindahkan sebagai penyelenggara (Pemilu) dan masuk pelanggaran administrasi kalau ada pergeseran surat suara,” kata Karim.

Selain masih dalam proses investigasi, Karim mengatakan saat ini Bawaslu Sleman sedang menunggu laporan dari parpol yang merasa dirugikan saat rekapitulasi. Namun, hingga saat ini belum ada parpol yang datang ke Bawaslu untuk melaporkan.”Rencananya parpol yang merasa dirugikan mau laporan ke Bawaslu Sleman, tapi kami tunggu sampai siang tadi belum ada. Mungkin di hari lain, tapi kita sudah komunikasi ke mereka (parpol yang merasa dirugikan) agar segera melaporkan ke Bawaslu,” ucapnya.

Diwawancara di kesempatan yang sama, Ketua KPU DIY, Hamdan Kurniawan menjelaskan, bahwa KPU Kabupaten Sleman telah menerima keberatan dari peserta Pemilu. Bahkan suara yang mengalami pergeseran telah dikembalikan.”Datanya kemarin ada yang keliru dan sudah dikembalikan. Tapi belum tahu apakah kekeliruan itu karena keteledoran atau kesengajaan,” katanya.

“Karena itu, untuk membuktikan adanya manipulasi atau memang kekeliruan itu tidak sengaja akan kita dalami dulu,” pungkasnya.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!