Sempat Melemah, IHSG Berbalik Arah ke Posisi 6.200

oleh

Uri.co.id, Jakarta – Gerak Indeks Harga Saham Gabungan () bervariasi menyambut akhir pekan ini. Akan tetapi, IHSG mampu berbalik arah ke zona hijau.

Pada penutupan perdagangan saham, Jumat (10/5/2019), menguat 10,31 poin atau 0,17 persen ke posisi 6.209,11. Indeks saham LQ45 naik 0,13 persen ke posisi 972,99. Sebagian besar indeks saham acuan bervariasi.

Sebanyak 213 saham menguat sehingga mengangkat IHSG ke zona hijau. 183 saham melemah dan 130 saham diam di tempat. Pada Jumat pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.232,66 dan terendah 6.149,22.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 416.361 kali dengan volume perdagangan 12,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,7 triliun. Investor asing jual saham Rp 830,88 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di posisi Rp 14.325.

Sebagian besar sektor saham menguat kecuali sektor saham pertanian turun 0,38 persen dan sektor saham keuangan susut 0,20 persen.

Sementara itu, sektor saham konstruksi mendaki 0,90 persen dan catatkan penguatan terbesar. Disusul sektor saham industri dasar menguat 0,49 persen dan sektor saham manufaktur mendaki 0,44 persen.

Saham-saham yang membukukan penguatan antara lain saham TMPO naik 22,70 persen ke posisi Rp 200 per saham, saham BALI melonjak 17,26 persen ke posisi Rp 1.800 per saham, dan saham FILM menguat 16,67 persen ke posisi Rp 1.085 per saham.

Sedangkan saham-saham yang melemah antara lain saham BSSR turun 17,74 persen ke posisi Rp 1.600 per saham, saham HITS merosot 6,72 persen ke posisi Rp 625 per saham, dan saham SOSS tergelincir 15,69 persen ke posisi Rp 430 per saham.

Bursa saham Asia sebagian besar menguat. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 0,84 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi mendaki 0,29 persen, indeks saham Thailand naik 0,21 persen, indeks saham Shanghai menguat 3,1 persen dan bukukan penguatan terbesar. Selanjutnya indeks saham Taiwan melemah 0,11 persen dan indeks saham Jepang Nikkei merosot 0,27 persen.

Analis PT Binaartha Sekuritas, Nafan Aji menuturkan, meski negosiasi dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China masih berlangsung di Washington, kebijakan Presiden Donald Trump yang secara unilateral menaikkan tarif impor dari China sebesar 10 persen menjadi 25 persen menekan laju .

Meski demikian, komitmen pemerintah meningkatkan investasi di Indonesia mengurangi ketergantungan impor memberikan katalis positif dengan membaiknya defisit transaksi berjalan pada kuartal I 2019 menjadi 2,6 persen dari produk domestik bruto (PDB).

“Data defisit neraca transasi berjalan turut memberikan katalis positif untuk IHSG,” ujar dia.

IHSG Tertekan pada Sesi Pertama

Pengunjung tengah melintasi layar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (13/2). Pembukaan perdagangan bursa hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 0,57% atau 30,45 poin ke level 5.402,44. (Uri.co.id/Angga Yuniar)

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada sesi pertama perdagangan saham Jumat pekan ini. Hal ini dipicu cuitan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang melaksanakan ancaman kenaikan tarif untuk produk impor China.

Pada penutupan sesi pertama perdagangan saham, Jumat (10/5/2019), IHSG melemah 20,67 poin atau 0,33 persen ke posisi 6.178,13. Posisi IHSG ini terendah sejak awal 2019.

Indeks saham LQ45 tergelincir 0,34 persen ke posisi 968,40. Sebagian besar indeks saham acuan melemah.

Sebanyak 221 saham merosot sehingga menekan laju IHSG. 116 saham diam di tempat dan 140 saham menguat.

Pada sesi pertama perdagangan saham, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.232,66 dan terendah 6.149,22.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 229.260 kali dengan volume perdagangan 8,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 3,6 triliun. Investor asing jual saham di pasar regular senilai Rp 210,87 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.365.

Sebagian besar sektor saham tertekan kecuali sektor saham infrastruktur menguat 0,44 persen. Sektor saham industri dasar tergelincir 1,27 persen, dan bukukan penurunan terbesar. Disusul sektor saham tambang dan pertanian masing-masing merosot 0,68 persen.

Saham-saham yang mampu menguat di tengah pelemahan IHSG antara lain saham BBLD naik 21,68 persen ke posisi Rp 550 per saham, saham RMBA melonjak 10,33 persen ke posisi Rp 406 per saham dan saham LUCK mendaki 6,07 persen ke posisi Rp 1.135 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham MTPS merosot 10,60 persen ke posisi Rp 675 per saham, saham ALKA tergelincir 10,53 persen ke posisi Rp 340 per saham, dan saham BNLI susut 7,6 persen ke posisi Rp 790 per saham.

Bursa saham Asia pun bervariasi. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 1,01 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi mendaki 0,15 persen, indeks saham Shanghai menanjak 2,05 persen, dan bukukan penguatan terbesar, serta indeks saham Singapura naik 0,13 persen.

Sementara itu, indeks saham Jepang Nikkei tergelincir 0,31 persen, indeks saham Thailand merosot 0,29 persen dan indeks saham Taiwan melemah 0,19 persen.

Pelemahan IHSG pada sesi pertama Jumat pekan ini juga dipengaruhi usai Presiden AS Donald Trump melaksanakan ancaman tarif yang diumumkan lewat twitter. Saat ini, tarif impor produk China naik menjadi 25 persen dari sebelumnya 10 persen.

IHSG Saat Awal Perdagangan

Layar monitor pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (2/1). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan saham 2019 menguat 10,4 poin atau 0,16% ke 6.204. (Uri.co.id/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghijau pada perdagangan saham hari ini. Rupiah kini pada posisi 14.335 per Dolar Amerika Serikat (AS).

Pada pembukaan perdagangan saham, Jumat 10 Mei 2019, IHSG menguat 16,8 atau 0,27 persen ke posisi 6.215,6. Adapun indeks saham LQ45 naik 0,37 persen ke posisi 975,35.

Sebanyak 112 saham menguat. Sementara 54 saham melemah dan 100 saham diam di tempat. Pada awal sesi, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.218,6 dan terendah 6.203,1.

Total frekuensi perdagangan saham 11.351 kali dengan volume perdagangan saham 1,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 287,2 miliar.

Investor asing jual saham Rp 22,05 miliar di total pasar. Posisi rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat sebesar 14.335.

Sebagian besar sektor saham menguat, kecuali perkebunan yang turun 0,02 persen. Adapun yang menguat antara lain, saham infrastruktur 0,89 persen, saham konsumsi sebesar 0,64 persen. Kemudian saham pertambangan 0,45 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain saham POSA naik 69,33 persen ke posisi Rp 254 per saham, saham RMBA mendaki 13,59 persen ke posisi Rp 418 per saham, dan saham APEX menguat 24,18 persen ke posisi Rp 950 per saham.

Sementara itu, saham-saham yang melemah antara lain saham MINA turun 4,21 persen ke posisi Rp 1.025 per saham, saham BJBR tergelincir 3,71 persen ke posisi Rp 1.815 per saham, dan saham TRIM susut 3,42 persen ke posisi Rp 141 per saham.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!