Terendah Sejak Awal 2019, IHSG Kini di Posisi 6.178

oleh

Uri.co.id, Jakarta – Laju Indeks Harga Saham Gabungan () bergerak di zona merah pada sesi pertama perdagangan saham Jumat pekan ini.

Hal ini dipicu kekhawatiran perang dagang berlanjut usai ancaman Presiden AS Donald Trump untuk menaikkan tarif impor produk China.

Pada penutupan sesi pertama perdagangan saham, Jumat (10/5/2019), melemah 20,67 poin atau 0,33 persen ke posisi 6.178,13. Posisi IHSG ini terendah sejak awal 2019.

Indeks saham LQ45 tergelincir 0,34 persen ke posisi 968,40. Sebagian besar indeks saham acuan melemah.

Sebanyak 221 saham merosot sehingga menekan laju IHSG. 116 saham diam di tempat dan 140 saham menguat.

Pada sesi pertama perdagangan saham, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.232,66 dan terendah 6.149,22.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 229.260 kali dengan volume perdagangan 8,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 3,6 triliun. Investor asing jual saham di pasar regular senilai Rp 210,87 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.365.

Sebagian besar sektor saham tertekan kecuali sektor saham infrastruktur menguat 0,44 persen. Sektor saham industri dasar tergelincir 1,27 persen, dan bukukan penurunan terbesar. Disusul sektor saham tambang dan pertanian masing-masing merosot 0,68 persen.

Saham-saham yang mampu menguat di tengah pelemahan IHSG antara lain saham BBLD naik 21,68 persen ke posisi Rp 550 per saham, saham RMBA melonjak 10,33 persen ke posisi Rp 406 per saham dan saham LUCK mendaki 6,07 persen ke posisi Rp 1.135 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham MTPS merosot 10,60 persen ke posisi Rp 675 per saham, saham ALKA tergelincir 10,53 persen ke posisi Rp 340 per saham, dan saham BNLI susut 7,6 persen ke posisi Rp 790 per saham.

Bursa saham Asia pun bervariasi. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 1,01 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi mendaki 0,15 persen, indeks saham Shanghai menanjak 2,05 persen, dan bukukan penguatan terbesar, serta indeks saham Singapura naik 0,13 persen.

Sementara itu, indeks saham Jepang Nikkei tergelincir 0,31 persen, indeks saham Thailand merosot 0,29 persen dan indeks saham Taiwan melemah 0,19 persen.

Pelemahan pada sesi pertama Jumat pekan ini juga dipengaruhi usai Presiden AS Donald Trump melaksanakan ancaman tarif yang diumumkan lewat twitter. Saat ini, tarif impor produk China naik menjadi 25 persen dari sebelumnya 10 persen.

Selain itu, dari internal, Bank Indonesia (BI) umumkan defisit transaksi berjalan. BI menyatakan jika defisit neraca transaksi berjalan pada kuartal I 2019 tercatat membaik dibandingkan tahun lalu, sehingga hal ini dapat menopang ketahanan sektor eksternal perekonomian Indonesia.

Dilansir dari laman Bank Indonesia, defisit neraca transaksi berjalan kuartal I 2019 tercatat sebesar USD 7 miliar (2,6 persen dari PDB), sedangkan tahun lalu mencapai USD 9,2 miliar (3,6 persen dari PDB).

Penurunan defisit neraca transaksi berjalan ini didukung oleh peningkatan surplus neraca perdagangan barang sejalan dengan peningkatan surplus neraca perdagangan nonmigas dan perbaikan defisit neraca perdagangan migas.

Awal Pembukaan

Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). Sejak pagi IHSG terjebak di zona merah. (Uri.co.id/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghijau pada perdagangan saham hari ini. Rupiah kini pada posisi 14.335 per Dolar Amerika Serikat (AS).

Pada pembukaan perdagangan saham, Jumat 10 Mei 2019, IHSG menguat 16,8 atau 0,27 persen ke posisi 6.215,6. Adapun indeks saham LQ45 naik 0,37 persen ke posisi 975,35.

Sebanyak 112 saham menguat. Sementara 54 saham melemah dan 100 saham diam di tempat. Pada awal sesi, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.218,6 dan terendah 6.203,1.

Total frekuensi perdagangan saham 11.351 kali dengan volume perdagangan saham 1,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 287,2 miliar.

Investor asing jual saham Rp 22,05 miliar di total pasar. Posisi rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat sebesar 14.335.

Sebagian besar sektor saham menguat, kecuali perkebunan yang turun 0,02 persen. Adapun yang menguat antara lain, saham infrastruktur 0,89 persen, saham konsumsi sebesar 0,64 persen. Kemudian saham pertambangan 0,45 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain saham POSA naik 69,33 persen ke posisi Rp 254 per saham, saham RMBA mendaki 13,59 persen ke posisi Rp 418 per saham, dan saham APEX menguat 24,18 persen ke posisi Rp 950 per saham.

Sementara itu, saham-saham yang melemah antara lain saham MINA turun 4,21 persen ke posisi Rp 1.025 per saham, saham BJBR tergelincir 3,71 persen ke posisi Rp 1.815 per saham, dan saham TRIM susut 3,42 persen ke posisi Rp 141 per saham.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!